Mahasiswa UNPRI Berhasil Ciptakan Limbah Biji Durian dan Ampas Kelapa Menjadi Susu Nabati -->

Iklan Semua Halaman

Mahasiswa UNPRI Berhasil Ciptakan Limbah Biji Durian dan Ampas Kelapa Menjadi Susu Nabati

Redaksi
Jumat, 03 September 2021



METROINDO.CO.ID | MEDAN - Walaupun di masa pandemi Covid-19, mahasiswa Universitas Prima Indonesia (UNPRI) berhasil membuat peluang usaha melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan memanfaatkan bahan Organik dari Limbah biji durian dan ampas kelapa. 


Kelima inisiator dipimpin oleh Tabas Gabe Mulia Siagian yang beranggotakan Yusuf Natanael Simajuntak, Fiony Abdiel Br. Ginting, Hevin Rifaldo Gulo dan Rifqa Yolandha Efreymind Manik dibimbing oleh Haposan Lumbantoruan, S.Pd., M.Psi yang terinspirasi membuat Susu Nabati Ampas Kelapa Dan Biji Durian karena pada masa pandemi Covid-19 semakin meningkatnya kebutuhan akan mengonsumsi susu hewani, menyebabkan harga susu sapi semakin mahal sehingga membuat masyarakat enggan untuk mengonsumsi susu dan disinyalir susu hewan dapat meningkatkan kadar kolestrol sehingga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara berlebihan, terutama bagi seseorang yang menderita beberapa penyakit tertentu dan alergi terhadap protein hewani. 


Oleh karena itu, diperlukan susu alternative yang memiliki kandungan nutrisi yang serupa dengan susu sapi namun dengan harga yang terjangkau.


Untuk mengatasi permasalahan tersebut, mahasiswa penerima pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) mencoba menginovasikan produk yang berjudul “Susu Nabati Ampas Kelapa Dan Biji Durian Dengan Penambahan Perisa Andaliman Sebagai Cita Rasa Lokal Sumatera Utara” dari ampas kelapa dan biji durian yang memiliki kandungan atau komposisi lemak, protein, serat kasar, abu, dan kadar air, karbohidrat, kalsium dan fosfor. 


Penambahan perisa andaliman dapat meningkatkan kualitas rasa dan aroma. 


"Harapan dengan adanya produk inovasi ini terciptalah suatu produk unggulan karya anak dalam negeri yang dapat membuka lapangan pekerjaan baru, mengolah limbah ampas kelapa dan biji durian, serta dapat mengoptimalkan potensi lokal Sumatera Utara di masa pandemi Covid-19,” jelas Tabas. Jumat (03/09/2021).


Hasil positif ini merupakan kerja keras semua pihak, mulai dari mahasiswa hingga dosen pembimbing, walaupun dengan keadaan Covid-19 ini tidak menjadi penghalang dalam menciptakan karya dan inovasi kreatif demi kemajuan bangsa dan negara agar dapat menyaingi skala internasional. 


Kemajuan teknologi dapat mempermudah melakukan kegiatan terutama berinovasi dari mana saja dan kapan saja. (Hen)