BKM di Bekali Seminar, Meningkatkan Pengelolaan Masjid Dalam Perspektif Syariah Islam -->

Iklan Semua Halaman

BKM di Bekali Seminar, Meningkatkan Pengelolaan Masjid Dalam Perspektif Syariah Islam

Redaksi
Senin, 20 September 2021



METROINDO.CO.ID | TAPSEL -  Untuk memulia kan Rumah Allah tak pantang menyerah para BKM menuntut ilmu halangan, rintangan di hadapi. Masjid merupakan salah satu pusat peradaban islam yang fungsinya sudah mulai terkikis zaman. Pada dasarnya masjid tidak hanya dimaksudkan untuk sarana beribadah kepada Allah SWT semata. 


Lebih dari itu masjid juga seharusnya digunakan sebagai sarana mencerdaskan umat, sebagai sarana berkomunikasi antara umat dan sekaligus sebagai pusat kegiatan umat secara positif dan produktif.


Hal itu dikatakan Asep Safa’at Siregar Kepala Divisi Humas & Lembaga Pemberdayaan Umat PDM juga sebagia Ketua Panitia Seminar Peningkatkan Pengelolan Masjid Dalam perspektif Syariah Islam.


Menurutnya Transpormasi Pesantren Modern Unggulan Terpadu “Darul Mursyid” (PDM) di Desa Sidapdap Simanosor, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Tapanuli Selatan (Tapsel), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dari lembaga pendidikan menjadi Lembaga Pemberdayaan Umat dilakukan dalam rangka memberdayakan serta memberikan manfaat bagi umat yang lebih luas khususnya bagi masyarakat di Provinsi Sumut.

 

Hal ini sesuai dengan misi dan visi PDM “Menjadi pelopor kejayaan peradaban islam di Sumatera Utara pada akhir tahun 2023” dan menjadi center of islamic excellence di Sumatera Utara tahun 2023” .




Salah satu langkah mencapai misi tersebut dengan melakukan program-program sosial yang mampu memberi wawasan dan inovasi pola pikir bagi masyarakat salah satunya dengan menggelar seminar peningkatan pengelolaan masjid yang bertujuan memberikan suntikan semangat, ilmu dan wawasan bernuasa agama kepada para BKM (Badan Kenadziran Mesjid) di KabupatenTapanuli Selatan.


Seminar bertemakan “Meningkatkan Pengelolaan Mesjid dalam Perspektif Syariah Islam” yang di selenggarakan di Aula Gedung Puncak Tunggal Birong (PTB) Simpang Mandala Desa Sidapdap Simanosor Kecamatan Saipar Dolok Hole Kabupaten Tapanuli Selatan Propinsi Sumatera Utara. Minggu (19/09/2021).




Peserta seminar berjumlah 90 orang terdiri dari Dua Kecamatan, yaitu Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kecamatan Aek Billa, Seminar berlangsung satu hari.


Kegiatan seminar juga menghadirkan narasumber yakni: Bertindak sebagai Ketua LPU Darul Mursyid, Manejemen Pengelolaan Masjid Dr. Zainal Effendi Hasibuan. MA, Pengelolaan Masjid Baburrahmat Pargarutan Amran Siregar. S.pd I, Pengorganisasian Masjid Indra muda Rambe.

 

Para undangan yang hadir yaitu, Camat SDH, Forkicam SDH, Danramil 04/SDH Kapten Inf. Marasaman Siregar, Kapolsek SDH diwakili Aipda. M. Ihksan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, KaKua SDH Drs. Aladdin Rambe, Kepala Desa Sidapdap Simanosor I. Siregar, Tokoh masyarakat, Tokoh Agama.


Dalam sambutannya, Asep menyampaikan gambaran masjid dan beberapa hal yang mengubah pola pikir masyarakat untuk mamanfaatkan fungsi masjid secara maksimal.


“Mesjid sebagai pusat peradaban Umat Islam kini harus di kaji kembali dan fungsi maksimalnya. Karena kebanyakan mesjid dijadikan sebagai tempat shalat saja dan itupun aktif di tiga waktu Maghrib, Isya dan Subuh. Di sisi lain fenomena yang kita lihat betapa masyarakat kita sibuk dan semangat membangun (fisik) mesjid tapi lupa dan hampir tidak ada upaya membangun ruh  penghuni (jemaah) mesjid. Sehingga kalau kita lihat mesjid semakin banyak dan semakin indah tapi sepi dari Jemaah”, pungkas Asep.


Sementara itu H. Jafar Syahbuddin Ritonga, DBA selaku Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (YASPENHIR) mengemukakan transformasi PDM untuk menjadi lembaga pemberdayaan umat sudah on the right track.


Hal ini di latar belakangi pemikiran dalam Islam orang yang paling baik dan mulia adalah orang yang paling berguna kepada orang banyak. Selama ini melalui program sosial, PDM sudah membantu masyarakat Sumut, perhitungan kasar, sekitar Rp 5 miliar bantuan yang tersalurkan untuk masjid, pondok pesantren, fasilitas umum dan juga bantuan khusus karena bencana alam khususnya. 


Uangnya berasal dari Gerakan Infak Jumat (GINJU) yang kini mencapai Rp. 20 juta setiap Jumat. Infak tersebut terkumpul dari infak guru dan karyawan sekitar 150 orang, siswa sekitar 700 orang, di motivasi dan dikelola secara baik dan transparan. 


“Semangat itu lah yang ingin ditularkan oleh PDM kepada semua peserta seminar yang kali ini adalah BKM (Badan Kenadziran Mesjid)  ujarnya." Ucapnya.


Hjj. Riana Siregar, H.Jafar Syahbuddin Ritonga DBA Ketua LPU Darul Mursyid menyerahkan bantuan kepada Lima Masjid pada perwakilan Masjid dari dua kecamatan sebanyak  lima paket. 


Masing-masing paket sebesar 10 juta rupiah yang diperuntukkan untuk membantu pembangunan masjid yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan.


Disamping itu, secara tidak langsung, PDM telah mengubah imeds kalau biasanya pihak pesantren meminta sumbangan, kali ini pesantren memberikan bantuan, bahkan jumlahnya tidak sedikit. 


"Tapi PDM tidak mau berhenti disitu, PDM ingin lebih jauh. Tidak sekedar memberikan bantuan materi tapi juga peningkatan kualitas SDM masyarakat Sumut. Untuk itu PDM berharap semua lembaga umat harus bersatu padu untuk kejayaan Islam di Sumut,” papar Jafar.


Lebih jauh, Jafar menyampaikan bahwa PDM sendiri telah berbuat, tapi cita-cita itu tidak bisa diwujudkan oleh PDM sendirian, tapi lembaga-lembaga umat harus bersatu dan bergandengan tangan.


“Ke depan nya PDM berencana untuk menyelenggarakan acara seminar secara terus- menerus untuk menghimpun kekuatan lembaga umat Islam dalam mewujudkan masyarakat Islam yang bermartabat khususnya di TAPSEL dalam jangka waktu pendek, yakni tahun akan mendatang. Mari para BKM kita ciptakan Mesjid yang ramah jamaah, ramah anak dan tempat masyarakat untuk menyelesaikan permasalahannya bukan hanya persoalan ibadah tapi juga di bidang ekonomi.” tuturnya mengakhiri.


Dalam acara seminar tersebut mengikuti peraturan Protokol Kesehatan dengan cara 5 M, terutama memakai Masker, mencuci tangan.(Erry Jabat).