Tawuran Antar Dua Kubu Pemuda di Desa Seintis, Warga Desak Polisi Cepat Tanggap : "Apa Nunggu Ada Korban Jiwa dan Dibayar Baru Polisi Mau Turun" -->

Iklan Semua Halaman

Tawuran Antar Dua Kubu Pemuda di Desa Seintis, Warga Desak Polisi Cepat Tanggap : "Apa Nunggu Ada Korban Jiwa dan Dibayar Baru Polisi Mau Turun"

Redaksi
Minggu, 15 Agustus 2021
Ilustrasi


METROINDO.CO.ID | PERCUT - Aksi tawuran antar pemuda kembali terjadi di Kampung Tempel, Desa Seintis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Minggu (15/8/2021), malam sekitar Pukul 02.30 Wib, dini hari.


Kali ini, aksi tawuran yang melibatkan dua kubu remaja antara Pemuda tersebut saling lempar batu dan panah.


Informasi dihimpun dilokasi kejadian,aksi tawuran terjadi sekitar pukul 02.30 wib hingga Pukul 03.30 wib,tidak diketahui siapa yang memulai terlebih dahulu aksi tawuran tersebut 


Tiba-tiba kedua kubu pemuda tersebut sudah saling lempar batu dan saling serang,hampir satu jam jalan antara penghubung Bagan Percut - Medan mencekam.


“Gak tahu siapa yang mulai, tahu – tahu sudah saling lempar batu aja orang itu bang,” sebut Wati (40) warga sekitar.


Ibu 3 Anak itu juga mengatakan, kedua pemuda saling lempar batu dan botol kaca dan panah ditengah jalan sehingga banyak pengendara yang berhenti takut terkena lemparan batu dan panah nyasar.


“Ada lah sekitar setengah jam aksi tawuran itu berlangsung bang, orang itu bubar setelah Kepling dan warga datang. Sempat juga tadi para pengendara berhenti karena takut kenak lemparan batu,”jelas nya.


“Kalau aksi tawuran ini uda bukan yang pertama bang, uda capek kami lihatnya hampir setiap Malam Minggu pasti perang. Nanti gak tahu apa – apa masalahnya uda tawuran,”tambah warga lainnya.


Menurut informasi yang berhasil dihimpun. Diduga Perang tersebut bukan antar Geng Motor melainkan antar Anak Baru Gede (ABG) yang tidak tau apa penyebatnya.


Mirisnya, setiap kali terjadi keributan Pihak Kepolisian selalu lambat dan tidak tanggap mengatasinya.


"Kami warga sekitar sangat menyesalkan tindakan pihak kepolisian dari Polsek Percut, setiap kami informasikan pihak kepolisian jarang yang turun kelokasi, apa nunggu ada korban jiwa baru Polisi mau turun, dan apa karena harus dibayar baru mau turun kelokasi," kesal Pria Paru baya itu.


Terpisah. Kapolsek Polsek Percut Sei Tuan melalui Waka Polsek AKP Karya Tarigan SH ketika dikonfirmasi mengatakan akan segera ditindaklanjuti.


"Terima kasih infonya bang, akan segera kami tindaklanjuti," ujarnya singkat. (Hen)