Modernisasi Pelindo 1 Sibolga Dorong Pertumbuhan Ekonomi -->

Iklan Semua Halaman

Modernisasi Pelindo 1 Sibolga Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Redaksi
Senin, 16 Agustus 2021



METROINDO.CO.ID | SIBOLGA - Pelindo 1 terus melakukan terobosan melalui modernisasi pelabuhan yang dikelolanya sebagai upaya peningkatan layanan, salah satunya dengan pengembangan Pelabuhan Sibolga yang terletak di pantai barat Pulau Sumatra.


Pengembangan Pelabuhan Sibolga diresmikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo pada tahun 2019 lalu.

 

Pengembangan tersebut meliputi: penataan terminal multipurpose dengan melakukan perluasan dermaga untuk peti kemas dan general cargo, perluasan dermaga ferry seluas 400 m2, pembangunan container yard seluas 6.000 m2, perkuatan dermaga, trestle, breasting dolphin, serta pemasangan crane dermaga (fix crane). 


“Pengembangan dan penataan Pelabuhan Sibolga ini berhubungan dengan peningkatan kinerja pelabuhan. Sepanjang semester I tahun 2021, kunjungan kapal di Pelabuhan Sibolga mencapai 423 call, naik 13,4 persen dibandingkan dengan semester I tahun 2020 yang sebanyak 373 call,” ujar General Manager Pelindo 1 Cabang Sibolga, M. Eriansyah.


Hal tersebut menunjukkan bahwa Pelabuhan Sibolga melayani kunjungan kapal dengan dengan total volume angkutan sebesar 947.823 GT (gross tonnage), tumbuh 11,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 yang sebesar 847.636 GT.


Sejalan dengan pertumbuhan kunjungan kapal, arus barang juga mengalami peningkatan di semester I tahun 2021. Selama semester I – 2021, arus barang di Pelabuhan Sibolga sebanyak 759.491 ton, naik 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 745.182. 

 

M. Eriansyah menerangkan bahwa arus barang yang meningkat disebabkan oleh penyerapan program-program pembangunan pemerintah di wilayah Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara.  Peningkatan tersebut juga disebabkan oleh kegiatan ekspor plywood ke Eropa yang sudah berlangsung dua kali melalui Pelabuhan Sibolga. Selain itu, komoditas unggulan dalam kegiatan bongkar muat adalah semen dan aspal.




Arus penumpang di Pelabuhan Sibolga juga mengalami peningkatan. Semester I tahun ini mencapai 53.253 orang, mengalami peningkatan 16 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 45.835 orang.


“Arus penumpang di Pelabuhan Sibolga pada semester I tahun 2021 ini mengalami pertumbuhan yang positif. Hal itu didorong oleh kenaikan penumpang karena mobilisasi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan perekonomian. Seiring dengan peningkatan arus penumpang, kami tetap berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat di terminal penumpang dan hanya mengizinkan para penumpang yang memenuhi kriteria perjalanan saja. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” lanjut M. Eriansyah.


Selain itu, Pelabuhan Sibolga juga dilakukan penataan terminal penumpang dan pembangunan skybridge dengan panjang 150 meter yang menghubungkan dermaga ferry dengan terminal penumpang yang bertujuan untuk memisahkan jalur penumpang dan barang demi keselamatan dan keamanan penumpang. Terminal penumpang yang mengusung konsep modern dengan sentuhan nuansa etnik ini dilengkapi berbagai fasilitas yang nyaman layaknya di bandara. Konsep terminal penumpang tersebut menjadi desain terfavorit Built Integrated Modelling (BIM) se-Asia Pasifik tahun 2018.


Fiona Sari Utami, VP Public Relations Pelindo 1 menjelaskan bahwa Pelabuhan Sibolga menjadi pintu gerbang dalam mendukung peningkatan potensi sektor kepariwisataan. Melalui pelabuhan ini, para wisatawan dapat menjelajah wilayah-wilayah yang terkenal akan keindahan wisata bahari yang berada di sekitar wilayah Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Pulau Nias. Selain sektor pariwisata, Pelabuhan Sibolga juga diharapkan menjadi simpul logistik di kawasan pantai barat Sumatra Utara.

 

“Pengembangan dan penataan Pelabuhan Sibolga berdampak pada peningkatan kinerja pelayanan kepelabuhanan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Modernisasi pelabuhan ini tentunya juga menjadi katalisator dalam mendorong pertumbuhan perekonomian daerah maupun nasional,” jelas Fiona. (Hen)