Miris..!! Janda 3 Anak Mengalami Disabilitas Butuh Perhatian -->

Iklan Semua Halaman

Miris..!! Janda 3 Anak Mengalami Disabilitas Butuh Perhatian

Redaksi
Selasa, 24 Agustus 2021



METROINDO.CO.ID | BATUBARA -  Hidup sebagai seorang janda dengan memelihara Anak yang memiliki keterbelakangan mental (Distabilitas) Ibu Ngaini (57), warga Desa Nangka, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batubara harus pasrah dengan kehidupan nya.


Saat dilakukan Infestigasi para Pejabat Utama dari Bag Sumda  dan Awak media yang di tugaskan Kapolres mencari warga kurang mampu di Desa Nangka. Kabag Sumda Kompol Efrida Lumban Raja S.E . yang di dampingi AKP Julham  SH.MM, menemukan satu keluarga dengan keadaan memprihatinkan. 


"Kami menemukan stu keluarga yang menurut kami layak untuk mendapat perhatian Ibu Ngaini sosok seorang ibu yang luar biasa , sejak di tinggal wafat suaminya 10 tahun lalu harus menghidupi anak anak nya Komariah (30), Sutiem (28) dan Ragil (15), yang mengalami keterbelakangan mental (Distabilitas) kepada ketiga buah hatinya," Hal ini di katakan Kabag Sumda Kompol Efrida Lumban Raja S.E  saat mengunjungi kediaman Ibu Ngaini bersama Kedua anak perempuannya yang mengidap Distabilitas, sementara Satu putra nya sedang bermain di luar rumah bersama temannya.




Sekarang ini mereka hanya mengandalkan hidup dari hasil berkebun dengan makan seadanya. Namun mereka tidak langsung patah semangat karena sampai saat ini anak anak mereka masih tetap bersemangat menjalani kehidupan ini.


Sementara Ibu Ngaini mengatakan dirinya bersama 3 Anaknya tetap berusaha dan berjuang dan menjalani kehidupan untuk mencari nafkah keluarga.


"Kami Hanya hidup berempat, saya dan ketiga anak saya, saya semangat menjalankan hidup ini karena saya melihat anak anak saya walau dengan keterbelakangan mental juga semangat untuk menjalani hidup ini. Ini suatu tanggung jawab orang tua yang harus siap menjalani kehidupan walau harus pasrah dengan ke adaan yang kami jalani," ujarnya dengan meneteskan air mata.


"Saya memiliki Tiga orang anak dengan ke adaan yang sama, dari anak pertama sampai ketiga awalnya setiap anak saya sakit pasti mengalami setep, karena jarak rumah kami jauh dari  kedokteran ahirnya keluarga kami mengalami ke adaan ini," tambahnya.


Dirinya sangat berterima kasih atas kedatangan utusan dari Kapolres Batu bara bapak AKBP Ikhwan SH.MH yakni ibu Kabag Sumda dan bapak Polisi.


"Harapan kami dan untuk menyemangatkan hidup kami ,  atas nama keluarga ini kami berharap Bapak pejuang kaum miskin seperti kami dapat melihat ke adaan kami disini. Kami akan lebih bersemangat lagi jikalau bapak pejuang Dhuafa bisa mampir ke desa kami," Harap Ibu Ngaini dengan meneteskan air matanya  terkesan ingin sekali bertemu sang pejuang dhuafa yang tak lain adalah Kapolres Batu bara AKBP Ikhwan Lubis SH.MH. (Hen)