5 Tahanan BNNP Sumut Kabur Malam ke 3 Hari Raya Idul Fitri -->

Iklan Semua Halaman

5 Tahanan BNNP Sumut Kabur Malam ke 3 Hari Raya Idul Fitri

Redaksi
Senin, 17 Mei 2021



METROINDO.CO.ID | MEDAN - Sebanyak 5 tahanan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara melarikan diri dari ruang sel tahanan pada Minggu dini hari, (16 Mei 2021), sekitar pukul 00.20 WIB, tepatnya malam ke 3 Lebaran Idul Fitri 1442 H.


Kelima tahanan kabur itu yakni Rahmat Hidayatulloh alias Muhammad Isbandi warga Perum Bukit Melati, Jalan Markopolo, Kecamatan Dapur 12, Kota Batam, Kepulauan Riau, Zulfikar warga Dusun Matang Mesjid, Desa Matang Punong, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, NAD.


Kemudian, Muhammad Junaidi warga Jalan Baung, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, Sumut,  Irwanda dan Marzuki Ahmad, warga Jalan Irigasi, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireun, Aceh.


Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala BNN Sumut, Brigjen Pol Atrial, melalui Kabid Pemberantasan Narkotika Kombes Pol Sempana Sitepu, saat dikonfirmasi wartawan, Minggu petang, (16/5/2021).


Kini, petugas BNNP Sumut dibantu polisi melakukan pengejaran para tahanan tersebut.


"Betul ada lima orang tahanan BNNP Sumut melarikan diri tadi pagi sekitar jam setengah 1," kata Sempana.


Sempana Sitepu akan memberikan keterangan resmi secara lengkap terkait kaburnya 5 tahanan BNNP Sumut tersebut.


"Ini lagi dikumpulkan baketnya, nanti dibagikan ke pers," terangnya.


Saat ditanya keteledoran dan diduga sengaja dilakukan petugas jaga sehingga terjadi tahanan kabur, Kombes Sempana Sitepu membantah. Sebelum kabur, para tahanan tersebut sempat menganiaya dan menyiram petugas dengan air cabai.

 

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sumut, Sempana Sitepu, mengungkapkan, kaburnya para tahanan tersebut bermula saat mereka berpura-pura meminta air minum kepada petugas yang sedang piket jaga, pada Minggu (16/5/2021) dini hari, sekitar pukul 00.29 WIB.


"Itu ada tahanan yang berteriak minta minum. Ya memang, kita kalau di dalam itu habis air minum, kan dikasih dengan air minum galon," kata Sempana, saat dihubungi wartawan.

 

Saat itu, hanya ada dua petugas yang berjaga di sel tananan yang terletak di lantai satu markas BNNP Sumut, Jalan Balai Pom, Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.


Mendengar tahanan meminta minum, satu petugas masuk ke ruang tahanan.


Saat petugas membuka pintu sel, para tahanan langsung mendobrak pintu.


Mereka lantas mengeroyok dan menganiaya petugas serta meyiramnnya dengan air cabai.


"Sempat dianiaya, dan disiram (air) cabai," ungkap Sempana.


Ia menduga, aksi kabur itu sudah direncanakan.


"Apalagi, mereka sampai meracik air cabai dalam botol air mineral untuk disiram ke petugas. Kemungkinan besar, cabai diperoleh mereka dari sisa-sisa makan yang dijatah untuk para tahanan. Anggota kita gelagapan, kan. Terus dikeroyok sama mereka itu, ada lima orang. Terus kabur," katanya.


Beberapa dari mereka sudah divonis, sementara yang lainnya masih menunggu proses persidangan.


Dalam sel di Blok B Kamar 01 tersebut sedianya ada delapan tahanan.


Enam orang berupaya kabur, namun salah satu tahanan, bernama Salim Saragih, berhasil ditangkap kembali tak jauh dari Kantor BNN Sumut.


Lima tahanan berhasil kabur, sementara sisanya tak berhasil karena pintu sel langsung ditutup petugas dengan sigap.


Sampai saat ini, pihak BNNP Sumut masih melakukan pengejaran terhadap para tahanan yang kabur.


BNNP Sumut berkoordinasi dengan Polda Sumut, termasuk BNN tingkat kota dan polsek-polsek yang berdekatan dengan rumah para tahanan untuk membantu operasi pengejaran.


"Juga dengan pihak keluarga untuk menyerahkan diri. Di samping kita melakukan pencarian terus. Minta tolong dengan aparat yang dekat dengan tempat tinggal dia, BNNK, Polsek di Aceh. Dan juga di Medan minta bantuan dari Direktorat Narkoba Polda Sumut. Mohon doanya," tandas Sempana. (Rom)