Jelang Berbuka Puasa, Dua Kubu Saling Serang, Kaki Kapolsek Terluka -->

Iklan Semua Halaman

Jelang Berbuka Puasa, Dua Kubu Saling Serang, Kaki Kapolsek Terluka

Redaksi
Rabu, 28 April 2021



METROINDO.CO.ID | BELAWAN - Menjelang berbuka puasa aksi tawuran di Jalan KL Yos Sudarso tepatnya di atas Jembatan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Rabu (28/4/2021) sekitar jam 17.45 WIB.


Keributan yang melibatkan pemuda dari Medan Belawan dengan pemuda Kelurahan Pekan Labuhan kembali terjadi.


Pengamatan wartawan dilokasi, aksi tawuran antar dua kubu ini selain saling lempar batu, botol kaca dan juga lemparan bom molotov. Aksi tawuran diduga lanjutan aksi tawuran yang terjadi, Rabu (28/4) dini hari.


Aksi tawuran bisa dibubarkan setelah sejumlah petugas Polsek Labuhan turun kelokasi. Petugas sempat mengeluarkan tembakan peringatan dan gas air mata untuk membubarkan massa.




Akibat aksi tawuran, kaki sebelah kiri Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edi Safari SH terluka lantaran terkenah lemparan batu saat membubarkan aksi tawuran tersebut.


Atas aksi tawuran tersebut, arus lalu lintas menjadi macet hampir mencapai hingga 3 Km.


Ani salah satu warga sekitar mengatakan, aksi tawuran ini yang kedua kalinya terjadi dalam satu hari.


"Tadi malam uda tawuran ini lanjut lagi tawurannya bang, gak tahu apa masalahnya tiba - tiba uda saling lempar batu aja ni,"ucapnya.


Lanjut Ani, hampir setiap hari Kepling dan polisi jaga disini untuk mengantisipasi tawuran.


"Gak dipandang lagi sama orang itu polisi tiap hari jaga disini bang, seolah - olah tawuran ini sudah menjadi tradisi,"sebutnya.


"Kami berharap, para pelaku tawuran ditindak tegas. Karena kalau kayak gini terus warga sini yang jadi tak tenang bang, siang malam tawuran terus,"harapnya.


Sementara itu, Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edi Safari SH kepada wartawan mengatakan pihaknya mendapat laporan aksi tawuran terjadi lagi di jembatan Labuhan.


"Kita berusaha menghalau dua kubu yang bentrok ini, aksi tawuran ini yang kedua pada hari ini. Sebelumnya dini hari tadi juga terjadi,"sebutnya.


"Tadi kita terpaksa melakukan tembakan peringatan dan menembakan gas air mata, lantaran kedua kubu uda sudah mulai anarkis dan kita kwatir para pengendara yang melintas menjadi korban,"tandasnya.(hen)