HNSI Medan Minta BWS dan Dinas Pengairan Bersihkan Sampah Akibat Cemari Sungai Bederak -->

Iklan Semua Halaman

HNSI Medan Minta BWS dan Dinas Pengairan Bersihkan Sampah Akibat Cemari Sungai Bederak

Redaksi
Minggu, 04 April 2021



METROINDO.CO.ID | MEDAN - Pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Medan bersama Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) Kecamatan Medan Marelan dan elemen masyarakat Kecamatan Marelan bergotong royong membersihkan sampah yang mencemari hilir sungai Bedera, Minggu (4/4/2021).


Kegiatan membersihkan sampah organik dan non organik di pusatkan di hilir sungai bedera, tepatnya di Lingkungan 13 dan 14 dengan menggunakan jaring.


Camat Medan Marelan M.Yunus mengatakan sampah organik dan non organik ini merupakan sampah yang berasal dari hulu Sungai Bedera sehingga sampah-sampah sampah tersebut mencemari hilir Sungai Bedera.


"Kegiatan gotong royong ini sudah kedua kali kita laksanakan, tujuannya untuk mengurangi sampah yang ada di hilir Sungai Bedera.Kalau sampah yang berbagai jenis ini sudah pasti sangat mengganggu nelayan kecil untuk mencari nafkah," jelas M.Yunus.




Pantauan wartawan dilokasi, meski telah diupayakan pembersihan sudah dilakukan,namun berbagai jenis sampah masih saja terbawa oleh arus air dari arah hulu dan tetap mencemari hilir sungai Bedera.


Dengan menggunakan jaring ikan, pengurus HNSI Medan dan P3SU dibantu berbagai elemen masyarakat melakukan penyekatan di sekitar jembatan Sungai Bedera, kemudian dengan jumlah yang cukup banyak, berbagai jenis sampah diangkut ke darat dengan mengunakan keranjang sampah. 


Kemudian sampah-sampah sampah itu di angkut mengunakan truk sampah untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) Marelan.


Ketua HNSI Kota Medan, Abdul Rahman mengharapkan kepada pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Dinas Pengairan Provinsi Sumatera Utara maupun Pemko Medan agar segera membersihkan sampah yang mencemari hilir sungai Bedera.


"Kedepannya,kita sangat mengharapkan agar hilir Sungai Bedera terbebas dari sampah. Dengan demikian nelayan kecil yang menggantungkan hidupnya untuk mencari nafkah di aliran Sungai Bedera dapat Buah kan hasil." ucap Atan sapan Abdul Rahman. (Hen)