Anggota DPRD Kota Medan Apresiasi Wali Kota Medan Copot Beberapa Pejabat di Kota Medan -->

Iklan Semua Halaman

Anggota DPRD Kota Medan Apresiasi Wali Kota Medan Copot Beberapa Pejabat di Kota Medan

Redaksi
Sabtu, 24 April 2021
Anggota DPRD Kota Medan Haris Kelana Damanik, ST



METROINDO.CO.ID | MEDAN - Anggota DPRD Kota Medan Haris Kelana Damanik,ST apresiasi terkait tindakan tegas yang dilakukan Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution mencopot beberapa pejabat di Medan. 


Pencopotan dilakukan terhadap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Medan dan Lurah Sidorame Timur, Kecamatan Medan Perjuangan.


Kadinkes Medan Edwin dicopot lantaran dinilai lambat menangani COVID-19 di Medan. Sedangkan Lurah dicopot karena diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap warga.


Lurah dicopot saat Bobby tengah melakukan inspeksi mendadak (sidak), saat menerima laporan dari warga. Sedangkan Kadinkes disebut dicopot setelah sebelumnya diingatkan terkait COVID-19.


Hal ini diakibatkan karena Kadis dan Lurah dianggap tak merespons perintah perbaikan penanganan masalah Covid-19 dan Lurah lalai dalam menjalankan tugas ke pemerintahan.


"Saya sangat apresiasi atas tindakan tegas yang dilakukan Wali Kota Medan mencopot kepala Dinas Kesehatan dan Lurah Sidorame Timur," ucap Anggota Komisi 2 DPRD Kota Medan ini. Jumat (23/4/2021).


Lanjut dikatakan Haris Kelana, segera evaluasi terhadap kadis dan Lurah yang sudah menjamur kepemimpinan nya, hanya rotasi saja yang di lakukan dari kadis A berpindah ke kadis B.


"Masih banyak OPD yang mampu dan mumpuni, jangan mereka saja sampai menjelang masa pensiun masa aktif nya baru ganti," tegas Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Medan itu.


Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan. Wali Kota Medan, Muhammad  Bobby Afif Nasution, SE, MM mencopot Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi.


“Benar, sudah dicopot, sudah selalu kita ingatkan masalah Covid, sudah disampaikan berkali-kali,” kata dia, Jumat (23/4/2021) sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia.


Menurut Bobby, penyelesaian masalah kesehatan terutama Covid-19 merupakan program utama Pemko Medan. Bahkan setelah dilantik beberapa waktu lalu, Bobby sudah mengingatkan jajarannya agar fokus di masalah kesehatan.


“Covid ini penyelesaiannya adalah program utama kita juga. Kemarin juga beberapa hari setelah saya dilantik kita sama sama tahu masalah kesehatan ini terus menggunung, menumpuk,” ujarnya.


Bobby pun mengaku selalu meminta Kepala Dinas Kesehatan Medan Edwin Effendi agar melakukan perbaikan untuk penanganan Covid-19.


“Dan saya selalu meminta perbaikan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan mulai pendataan sampai penanganan. Tapi itu belum bisa terjadi,” sebutnya.


Bobby ingin memastikan Covid-19 tak lagi menjadi momok di Kota Medan. Meski saat ini Kota Medan telah memasuki zona orange atau risiko sedang, Bobby ingin Medan secepatnya bebas dari penularan virus corona.


“Kita harus bisa ke zona hijau secepatnya. Seluruh lingkungan di Kota Medan harus segera terbebas dari Covid-19,” terang Bobby.


Pasca-pencopotan Edwin, Pelaksana Tugas Kepala Dinas dijabat oleh Syamsul Nasution yang sebelumnya menjabat Wakil Direktur RSUD Pirngadi.


Diketahui, Dr Edwin Effendy akan pensiun bulan 15 Agustus 2021 karena merupakan kelahiran Tahun 1961. Sesuai ketentuan,untuk eselon II masa tugas sampai batas usia 60 tahun.


Sebelum Kadis Kesehatan, Edwin Effendy pernah dipercayakan sebagai Dirut RSU Pirngadi Medan.


Lurah di Medan Langsung Dicopot Saat Bobby Sidak


Bobby melakukan sidak ke kantor Kelurahan Sidorame Timur, Kecamatan Medan Perjuangan. Sidak dilakukan Bobby. Jumat (23/4/2021).


Bobby Nasution datang bersama rombongannya ke Kelurahan Sidorame Timur setelah ada laporan warga soal pungli yang dilakukan oleh oknum kelurahan setempat. Bobby masuk dan menjumpai Lurah Hermanto serta Kasi Pembangunan Dina Simanjuntak.


Bobby lantas bertanya-tanya soal laporan warga yang diterimanya kepada Lurah. Namun Hermanto mengaku tak ada pungli.


"Ada kutipan-kutipan, Pak?" tanya Bobby.


"Nggak ada," jawab Hermanto.


"Masyarakat ngelapor ke saya ada kutipan-kutipan katanya," ujar Bobby.


Hermanto tetap berkeras mengatakan tak ada pungli. Bobby kemudian kesal dan memutar rekaman bukti pungli yang diterimanya.


"Saya sudah terima loh, Pak, saya ini ada rekamannya, kalian itu minta-minta uang," ucap Bobby.


"Nggak ada, Pak, saya minta-minta uang," jawab Hermanto.


Bobby mengatakan pihak kelurahan memerintahkan kepala lingkungan (kepling) meminta uang kepada masyarakat dengan nilai nominal bervariasi. Namun Hermanto masih tidak mengakuinya.


Bobby langsung memutar rekaman tersebut di depan keduanya. Tak lama kemudian, salah satu kepling tiba di kantor kelurahan.


Dia menjelaskan persoalan minta-minta itu di depan Bobby dan Lurah. Dia menyebut selama ini pihak kelurahan meminta uang di atas Rp 50 ribu untuk mengurus surat-menyurat.


Hermanto lalu buka suara. Dia mengaku tidak pernah meminta nilai nominal tersebut.


"Saya nggak pernah minta sampai segitu," ujar Hermanto.


"Berarti pernah, kan?" tanya Bobby.


"Seikhlasnya Pak kalau dikasih. Saya jujur, Pak, kalau dikasih saya terima. Kalau nggak dikasih, ya sudah. Bukan saya patok-patok," ucap Hermanto. 


Terpisah. Terkait pencopotan Edwin Effendy tersebut, wartawan telah mencoba konfirmasi kepada Kabag Humas Pemko Medan Arrahman Pane namun belum berhasil memberikan jawaban. (Hen)