Haris Kelana : Akan Investigasi Asal Sampah Menumpuk di Sungai Bederak -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Haris Kelana : Akan Investigasi Asal Sampah Menumpuk di Sungai Bederak

Redaksi
Sabtu, 20 Maret 2021



METROINDO.CO.ID | MARELAN - Pandangan tak sedap dan jorok terlihat di Sungai Bederak, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara, sejak Jumat (19/03/2021), hingga Sabtu (20/03/2021) Pasalnya, tumpukan sampah menggenangi sungai tersebut.


Tumpukan sampah dari bahan plastik yang tergenang di sungai itu mengakibatkan arus sungai tercemar menjadi perhatian warga. Belum diketahui secara pasti dari mana asal sampah tersebut, mamun diduga dari guang botot yang berdiri di sekitar sungai tersebut.

 

Warga sekitar, Sri Wahyuni (43) mengatakan, genangan sampah terjadi sekitar jam 4 sore. Mereka terkejut tiba – tiba tumpukan sampah mengalir di sungai itu. Selama ini, tidak pernah terjadi genangan sampah mengalir di sungai depan rumahnya tersebut.


“Selama ini tidak ada sampah. Dulu pernah sekitar 2 tahun lalu, kondisi sampahnya sama seperti ini juga,” ungkapnya.


Ditanya dari mana asal sampah itu, Ibu 3 anak ini mengaku tidak tahu. Namun, ia curiga sampah – sampah itu dari gudang botot yang berada di Pasar I Marelan. 


“Kalau lihat dari sampahnya, bisa jadi dari gudang botot. Lihatlah, sampahnya plastik semua,” pungkasnya dibenarkan tetangganya.


Menyikapi hal itu, Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Gerindra Haris Kelana Damanik, ST sangat menyayangkan adanya tumpukan sampah di Sungai Berderak. Ia menduga sampah itu sengaja dibuang oleh orang tidak bertanggung jawab.


“Kalau melihat kondisi sampahnya, itu sengaja dibuang. Kita minta Pemko Medan dan pihak kecamatan untuk menginvestigasi asal sampah tersebut. Agar pelakunya dapat bertangung jawab atas perbuatannya,” tegas pria akrab disapa bang Haris itu.


Sebagai perwakilan rakyat di parlemen, kata Haris, pihaknya sangat dirugikan dengan kondisi sungai yang tercemar. Sebab, di sekitar Sungai Bederak itu banyak nelayan yang mencari ikan hingga ke muara perairan Belawan.


“Kami akan turun menginvestigasi ini, karena nelayan turut dirugikan akibat sampah itu. Kehidupan biota sungai dan laut bakal banyak yang mati, untuk itu kami akan mendata dampak kerugian nelayan terhadap sampah tersebut,” pungkasnya.


Sementara, Camat Medan Marelan, M Yunus mengaku sudah menerima laporan kondisi sampah yang mencemari Sungai Bedera. Pihaknya sedang berkoordinasi dengan dinas terkait untuk berupaya membersihkan genangan sampah itu.


“Kita masih berupaya untuk membersihkan. Kita belum tahu dari mana asal sampah itu, yang jelas kiriman dari hulu ke hilir,” katanya.


Disinggung, sampah itu berasal dari gudang botot di sekitar Pasar I Marelan. Yunus belum bisa menjawab. Ia berjanji akan mengecek informasi tersebut. 


“Kita coba telusuri dulu, jadi kita tidak bisa menduga – duga. Yang pasti, kita masih berusaha untuk membersihkan sampah itu dulu,” jawabnya. (Hen)