Polisi Tak Bernyali Tangkap Bandar dan Tutup Lokasi Judi Komplek Kota Baru -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Polisi Tak Bernyali Tangkap Bandar dan Tutup Lokasi Judi Komplek Kota Baru

Redaksi
Kamis, 25 Februari 2021

Praktisi hukum, Adv. Three One Gulo, SH.




METROINDO.CO.ID | MEDAN – Lokalisasi judi modus tembak ikan di Kompleks Kota baru, Jalan Titipapan, Medan Marelan, Sumatera Utara, Kecamatan Medan Labuhan, Sumatera Utara, semakin hari dan semakin eksis.


Menanggapi hal itu, praktisi hukum, Adv. Three One Gulo, SH mengatakan, perjudian disumatera utara sampai saat ini belum juga ada perubahan dan efek jera bagi pelaku. Apalagi bungkam nya para pengayom masyarakat, sehingga merajalela. 

 

Sebagai salah satu lembaga penegak hukum, polisi memiliki fungsi dibidang pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Demikian halnya juga polda sumatera utara beserta jajaran nya.


“Sebagai salah satu praktisi hukum meminta kepada polres pelabuhan belawan agar menjalankan peran nya bukan hanya sekedar teori saja, banyak masyarakat yang sudah resah dengan maraknya judi bagaikan Las Vegas di kompleks Kota Baru, Titi Papan Medan Marelan,”ujarnya dengan tegas kepada Metroindo, Kamis (25/02/2021).


Ianya juga meminta agar polisi menangkap bandar dan menutup lokasi judi tersebut. 


“Harapan saya, jangan hanya pandai berucap untuk memberikan rasa aman terhadap masyarakat namun juga disertai dengan tindakan nyata,”tegas pemuda asal Nias ini.


Lanjut Three One, Kapolda sebelumnya juga pernah mengatakan akan menumpas segala judi diwilayah sumatera utara.


"Kami menduga pihak kepolisian tidak bernyali tangkap bandar dan tutup lokasi judi dikomplek kota baru itu," terangnya.

 

“Maka dari itu, saya himbau agar polres pelabuhan belawa bisa menjalankan fungsi nya sesuai undang – undang yang berlaku. Apalagi, lokasi judi haram itu sangat dekat dengan sekolahan yang ujungnya akan berefek buruk bagi regenerasi hari ini,”tandasnya.


Seperti diberitakan sebelumnya, aktivitas perjudian yang sangat digemari para kaum dewasa di Komlpeks Kota baru, Jalan Titipapan, Medan Marelan, Sumatera Utara, Kecamatan Medan Labuhan ini diduga dibiarkan oleh aparat penegak hukum. (Hen)