Resahkan Masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup Resmi Tutup PT API -->

Iklan Semua Halaman

Resahkan Masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup Resmi Tutup PT API

Redaksi
Selasa, 19 Januari 2021



METROINDO.CO.ID | MEDAN DELI -Menindaklanjuti rekomendasi Komisi 2 DPRD Medan, Dinas Lingkungan Hidup Pemko Medan menutup operasional PT Anugerah Prima Indonesua (API) di KIM II Mabar, Kecamatan Medan Deli, yang selama ini meresahkan akibat pencemaran dan polusi bau menyengat.


"Kami berharap masyarakat terus mengawal agar perusahaan tidak lagi beroperasi sampai syarat-syarat AMDAL-nya terpenuhi," harap Haris Kelana Damanik. Selasa (19/01/2021).


Anggota Komisi II DPRD Medan Haris Kelana Damanik,ST mengatakan. Ia pun tidak ingin menutup rezeki seseorang. Sebab menurutnya PT KIM II harus menjadi barometer bagi perusahaan yang taat aturan. 


“Kita bukan mau menutup rezeki seseorang, kalau izin nya semua lengkap ya sah sah saja. Jadi kita meminta Perusahaan itu di tutup, apalagi bau aroma yang sangat menyengat dari pabrik itu,” ujar Haris.




Sebelumnya. Komisi II DPRD Medan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) antara masyarakat, perwakilan PT KIM II, dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemko Medan untuk menutup aktivitas PT Anugerah Prima Indonesia (API). Senin (18/01/2021), lalu.


Ketua Komisi II DPRD Medan, Surianto SH, mengatakan hasil RDP tersebut sudah sepakat dan bulat. PT API harus menghentikan operasionalnya sampai manajemennya bisa melengkapi syarat-syarat operasional perusahaannya.


“Tanggal 11 lalu Komisi II sudah mengecek langsung ke lapangan (PT API, red). Ketepatan saat itu, saya sedang puasa, lalu saya muntah. Karena memang, di sana itu bau nya mengengat kali. Jadi saya mual,” kata pria yang akrab disapa Butong itu sewaktu RDP berlangsung.


Butong menambahkan, sebagai perusahaan pengelola limbah ayam, keberadaan PT API banyak dikomplain masyarakat. Mengingat, sejak PT API beroperasi 2019 lalu, menimbulkan bau yang sangat tak sedap. Akibatnya, keberadaan PT API sangat meresahkan masyarakat sekitar.


“Kek mana nggak bau, bulu ayam, isi perut ayam dikelola disitu. Makanya, banyak masyarakat yang protes,” kata Butong.


Lebih lanjut Ketua Fraksi Partai Gerindra ini menjelaskan, PT API telah memiliki rekomendasi dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Medan. 


“Memang rekomendasi dari BLH sudah ada. Tapi izinnya kan belum ada,” paparnya.


Sementara itu Camat Medan Deli Feri Suheri, mengatakan PT API beroperasi sejak Januari 2019. Sejak saat itu, memang sudah menimbulkan bau menyengat.


“Di sekitar Februari hingga Mei, kita sudah melakukan pertemuan dan ada beberapa poin yang sudah mereka tandatangani sendiri. Seperti tidak membuang air limbah di parit KIM dan menyediakan air bersih. Namun, poin-poin itu tak mereka jalani,” bebernya. (Hen)