Diduga di Intimidasi Pilih Paslon Bupati, 9 Tenaga Kerja di Pecat Sepihak -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Diduga di Intimidasi Pilih Paslon Bupati, 9 Tenaga Kerja di Pecat Sepihak

Redaksi
Selasa, 12 Januari 2021
RSUD Sultan Sulaiman Kabupaten Sergai



METROINDO.CO.ID | SERGAI - Diduga diintimidasi Direktur RSUD Sultan Sulaiman Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai untuk memilih salah satu pasangan calon (Paslon) Bupati Sergai, 9 tenaga kerja RSUD dipecat sepihak. 


Hal itu terungkap dikatakan Kepala Tata Usaha (KTU) Husaini, kesembilan tenaga kerja RSUD kepada wartawan mengatakan, para tenaga kerja diharuskan memilih salah satu calon Bupati.


"Kami diwajibkan sama KTU Husaini memilih calon Bupati nomor sekian karena perintah dari Direktur RSUD Sultan Sulaiman, kalau kami tidak memilih beliau maka kami akan dipecat," cetus salah satu tenaga kerja yang di pecat sepihak menirukan perkataan KTU Husaini. Selasa (12/01/2021).


Kesembilan tenaga kerja tersebut sudah melaksanakan apa yang diperintahkan dari KTU itu, namun KTU menuding keluarga dari kesembilan tenaga kerja itu tidak ada memilih paslon tersebut.


"Padahal kami udah milih calon bupati itu, tapi mala kami dituduh kalau keluarga kami gak memilih beliau," kata nya.


Ketua DPRD Serdang Bedagai dr Riski Ramadhan ketika dikonfirmasi terkait pengaduan kesembilan tenaga kerja di pecat sepihak oleh Direktur RSUD Sultan Sulaiman mengatakan, pihaknya sudah melalukan koordinasi dengan RSUD.


"Walaikumsalam insya allah, ini masih saya upayakan, karena baru semalam kami panggil dirut, dan kami lagi kroscek data datanya.. mohon doanya, insya Allah akan kami upayakan," ucap Ketua DPRD Sergai dari Fraksi Partai Gerindra itu.


Terpisah. Direktur RSUD Sultan Sulaiman dr. Nanda Satria Hasrimy ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsAppnya terkait hal itu tidak memberikan jawaban. Terlihat pesan sudah terbaca contreng biru.


Sementara. KTU RSUD Sultan Sulaiman Husaini ketika dikonfirmasi terkait hal itu membantah adanya kampanye. 


"Itu tidak benar adinda, tenaga kontrak tidak ada yang dipecat cuma tidak diperpanjang lagi, ini hasil penilaian kinerja mereka dan kita tidak pernah berkempanye," terangnya. (Hen)