Cafe King Kufhi Ulie Kareng Marelan Buka 24 Jam, Diduga Abaikan Protkes dan Langgar Peraturan Wali Kota Medan -->

Iklan Semua Halaman

Cafe King Kufhi Ulie Kareng Marelan Buka 24 Jam, Diduga Abaikan Protkes dan Langgar Peraturan Wali Kota Medan

Redaksi
Kamis, 28 Januari 2021



METROINDO.CO.ID | MARELAN -  Layanan atau jam operasional Cafe King Kufhi Ulie Kareng yang berada di Tekongan Maut, Kelurahan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan sampai 24jam, diduga abaikan protokol kesehatan dan langgar surat edaran Wali Kota Medan No : 440/0404. Tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat Pada Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dalam Rangka Pengendalian Penyebaran Virus Covid-19 di Kota Medan. Pembatasan Jam Operasional sampai pukul 22.00 Wib.


Namun fakta dilapangan terlihat aktifitas operasional Cafe King Kufhi Ulir Kareng itu buka hingga 24 jam dan masih banyak nya pengunjung yang tidak memakai masker serta tidak jaga jarak. Rabu (27/01/2021), Malam sekitar pukul 22.30 wib. 


Dengan aktifitas tersebut diduga pengusaha melanggar dan tidak mematuhi surat edaran Wali Kota Medan dan dalam pembatasan kegiatan masyarakat dalam pendisiplinan pencegahan penularan virus Covid-19.




Marelan merupakan salah satu daerah yang paling tinggi tingkat pelanggaran protokol kesehatan Covid-19, termasuk Cafe King Kufhi Ulie Kareng ini.


"Seharusnya pengusaha menerapkan dan mematuhi peraturan pemerintah. Kami menduga pengusaha kebal hukum dan tidak mentaati surat edaran dari Wali Kota Medan," kata warga sekitar.


Menurut salah seorang penjaga parkir di Cafe King Kufhi itu, pengusaha bernama Anwar warga Aceh dan disponsori oleh warga Tionghoa dan dibeckup oknum berpangkat Jenderal.


"Setau kami pemiliknya Pak Anwar orang Aceh, dan ada juga donatur orang Cina, setau kami pun dekingnya Jenderal bang, makanya bisa buka disini," cetus penjaga parkir yang tidak mau menyebutkan nama nya kepada wartawan.


Penjaga parkir juga mengatakan, dirinya dan rekan lainnya menjaga lokasi tersebut hingga pagi Hari dengan 2 sip.


"Kami jaga disini sampai pagi bang, makanya kami pake 2 sip, dan kami setor sama orang OKP juga," cetusnya.


Pantauan dilokasi, terlihat lokasi dipadati pengunjung dan tempat duduk terdapat 6 sampai 8 kursi di posisi meja tersebut sehingga bisa mengakibatkan penyebaran virus covid-19. (Hen)