Balita Tewas Tertimpa Tabung Oxigen, Management RSUD Di Polisikan -->

Iklan Semua Halaman

Balita Tewas Tertimpa Tabung Oxigen, Management RSUD Di Polisikan

Redaksi
Rabu, 27 Januari 2021



METROINDO.CO.ID | LABUHANBATU - Hanya penyesalan dan cucuran air mata yang keluar dari mata kedua orang tua dan keluarga ZN (4) Salah seorang Balita yang menjadi korban atas  kelalaian pihak management RSUD Rantauprapat ,Pada  Selasa (26/01/2021) malam.


Pasalnya, Balita Dari pasangan AlA dan SDA  warga Kampung Pajak, Kecamatan Na IX-X kabupaten Labuhanbatu Utara, menghembuskan nafas terkahirnya sesaat tabung oxigen berukuran besar yang berada di pelataran Ruangan Vip menimpa nya saat bermain bersama rekan seumurannya yang sedang membesuk salah seorang keluarga yang di rawat di Ruang Vip RSUD Rantauprapat.


"Sebelum kejadian, kami melihat anak itu bermain bersama teman-temannya di halaman ruangan VIP. Namun naas, ketika ZN memeluk satu tabung oksigen kosong yang berjejer di depan ruangan itu, tiba tiba tumbang dan menimpa korban," sebut salah seorang sumber Di Lokasi .




Informasi yang diterima menyebutkan,bahwa akibat peristiwa tersebut perwakilan pihak keluarga korban telah membuat pengaduan ke pihak kepolisian polres labuhanbatu guna melakukan penyelidikan.


"Ya , kita sudah buat laporan nya ke polisi, " ujar Akbar salah seorang perwakilan pihak keluarga.




Dia berharap agar kedepannya tidak ada lagi korban atas kelalaian pihak mangement RSUD yang berakibat kerugian moral dan moril terhadap korban nya.


Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan kepada Wartawan membenarkan peristiwa atas tewas nya seorang anak berusia 4 tahun setelah tertimpa tabung oksigen di RSUD Rantauprapat, dan sedang ditangani penyidik Satuan Reserse Kriminal.


”Ya, sudah ditangani Satreskrim Polres,” katanya menjawab konfirmasi Wartawan, Rabu (27/1/2021).


Sementara. Humas RSUD Rantauprapat, Doni Simamora menyebut korban adalah anak keluarga pasien yang datang berkunjung. Korban sempat dirawat, namun kemudian meninggal dunia.


"Anak keluarga pasien. Meninggalnya di IGG (Instalasi Gawat Darurat)," sebut Doni.


Sementara, Direktur RSUD milik Pemkab Labuhanbatu itu, dr H Safril RM Harahap SpB, sangat menyayangkan peristiwa tersebut, apalagi kejadiannya di luar jam besuk pasien.


“Kejadian ini sangat kita sayangkan. Jam 21:00 WIB, kok keluarga pasien masih ada di ruangan perawatan. Ini sungguh jauh dari dugaan kita,” kesalnya.


Dia juga menyesalkan anak balita dibawa membesuk pasien di rumah sakit.


"Apalagi untuk anak balita, manajemen tidak pernah memberi izin untuk datang berkunjung atau dibawa orang tuanya menjenguk pasien di RSUD Rantauprapat," sebutnya.


Masyarakat juga sangat menyesalkan kinerja direktur dan jajaran manajemen RSUD Rantauprapat, yang terkesan melegalkan tabung oksigen dijejer di halaman ruangan rawat inap.


"Apakah menjejerkan tabung oksigen di depan ruang perawatan sudah benar sesuai standar dan prosedur. Jika itu prosedur, RSUD harus bertanggungjawab terhadap hilangnya nyawa korban," ujar warga yang enggan disebut namanya. (Dian)