Satu dari Dua Pelaku Penikaman Pengusaha Papan Bunga Menyerahkan Diri -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Satu dari Dua Pelaku Penikaman Pengusaha Papan Bunga Menyerahkan Diri

Redaksi
Selasa, 29 Desember 2020
Pelaku penikaman pengusaha papan bunga saat diintrogasi petugas



METROINDO.CO.ID | LABUHAN - Sempat bergelut dengan maling, seorang pengusaha papan bunga tewas bersimbah darah di rumahnya Jl. KL.Yos Sudarso Lingkungan 24 Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Selasa (29/12/2020) sekira pukul 05:00.


Jasad korban Jonsian Sianipar (28), kini dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna keperluan visum dan otopsi sedangkan pelaku penikaman berinisial Rz alias Kakung ,27, warga Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan menyerahkan diri 3 jam setelah kejadian.


Informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, sebelum kejadian, pelaku berinisial Rz alias Kakung bersama temannya Her alias Kecot masih dalam pengejaran petugas, datang ke rumah korban yang dijadikan sebagai tempat usaha papan bunga (florist) Aknes dan memperbaiki (service) handphone sedangkan teman pelaku berinisial Her alias Kecot menunggu di depan rumah korban.


Selanjutnya, tersangka Rz masuk ke dalam rumah korban setelah mencongkel seng belakang.


Pelaku penikaman saat menyerahkan diri


Korban yang sedang tertidur langsung terbangun karena sempat mendengar suara berisik saat pelaku mencongkel paksa seng belakang rumah korban.


Begitu keluar dari kamar tidurnya, korban memergoki pelaku di ruang tamu sehingga korban berteriak maling.


Korban Sempat Berkelahi Dengan Pelaku


Merasa aksinya diketahui oleh pemilik rumah, korban memukul pemilik rumah dan sempat berkelahi.


Pelaku mengambil sebilah pisau dari dapur rumah korban dan langsung menikam korban hingga bersimbah darah. 


Usai menikam korban, pelaku melarikan diri dari pintu belakang rumah korban.


Seorang tetangga korban menyebutkan, dirinya sempat mendengar suara teriakan korban dan langsung ke luar rumah.


“Begitu aku keluar, kulihat korban sudah tergeletak berlumuran darah,” ujar tetangga korban kepada Metroindo.co.id


Saat korban kritis, kata tetangganya, korban mengenali pelaku sekaligus menyebutkan ciri-ciri pelaku.


Setelah melihat korban terkapar, warga langsung membawa korban ke Rumah Sakit PHC Belawan guna mendapat perawatan medis.


Malang, nyawa korban tidak tertolong lagi dan diboyong ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna keperluan visum dan otopsi.


Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP I Kadek HC SIK menyebutkan, pelaku berinisial Rz menyerahkan diri 3 jam setelah kejadian sedangkan teman pelaku berinisial Her alias Kecot diimbau segera menyerahkan diri sebelum petugas mengambil tindakan tegas.


“Satu pelaku sudah menyerahkan diri dan yang satu lagi diimbau segera menyerahkan diri sebelum petugas mengambil tindakan tegas,” kata Kasat Reskrim saat menginterogasi pelaku di Polsek Medan Labuhan.


Kadek menjelaskan, motif pembunuhan tersebut pencurian karena korban memergoki pelaku hendak melakukan pencurian di rumah korban. (Hen)