Proyek Mubajir, Halte Mebidang Medan Belawan Hancur Terbengkalai -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Proyek Mubajir, Halte Mebidang Medan Belawan Hancur Terbengkalai

Redaksi
Kamis, 17 Desember 2020
Halte Bus Rapid Trans (BRT) Medan-Binjai-Deli serdang (Mebidang) di Jalan Yos Sudarso Simpang Seruwe Kecamatan Medan Labuhan terbengkalai. (Foto : Hendra - 17/12)



METROINDO.CO.ID | BELAWAN - Pada tahun 2013 hadir kabar gembira buat masyarakat Kota Medan dan sekitar. 


Pemprov Sumut bekerja sama dengan Pemko Medan, Pemko Binjai dan Pemkab Deli Serdang memproyeksikan anggaran Rp 4,4 miliar untuk pembelian bus dan pembangunan halte Bus Rapid Trans (BRT) Medan-Binjai-Deli serdang (Mebidang). 


Bus ini pun diproyeksikan untuk menjawab permasalahan kemacetan di Kota Medan, sehingga masyarakat beralih menggunakan angkutan umum dan meninggalkan kendaraan pribadi yang membludak di jalanan.


Pembangunan halte yang sudah dikerjakan lebih dahulu pada tahun 2013 dan siap beberapa bulan kemudian. Ternyata halte tersebut belum bisa beroprasi, karena bus yang beroperasi belum tiada. Setahun lebih berlalu dan saat-saatnya yang ditunggu oleh masyarakat tiba, tepatnya mulai tanggal 6 November 2015 bus Rapid Trans MEBIDANG resmi beroperasi.




Namun, sayang dari pengamatan wartawan hingga saat ini belum pernah sekalipun bus Mebidang melintas diwilayah Medan Belawan.


Bahkan, dari penelusuran dua buah halte bus Mebidang yang berada di Jalan Yos Sudarso simpang Seruwe, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan dan Jalan Yos Sudarso sebelum simpang Kampung Salam, Kecamatan Medan Belawan sudah hancur dan tidak berbentuk lagi.


Lilik Miswardi Ketua Forum Anggaran Rakyat Sumatera Utara (FARASUT) kepada Metroindo. Kamis (17/12/2020), mengatakan sangat menyayangkan kondisi halte Mebidang yang saat ini sudah hancur padahal belum sempat digunakan.


"Sangat miris saya melihatnya, Bukan sedikit anggaran yang dikeluarkan untuk membangun helte - halte tersebut, tapi sekarang nasibnya seperti itu,"ucapnya.


Lilik menerangkan, halte tersebut dibangun sebagai saran pendukung untuk bus Mebidang yang telah dibeli sebagai sarana mengurangi kemacetan di Kota Medan dan sekitarnya.


"Rencana mengurangi kemacetan di Kota Medan memang kita dukung, tapi jangan lah sarana pendukung yang dibangun dengan uang rakyat dibiarkan hancur tanpa pernah digunakan sama sekali,"jelasnya.


Lilik berharap, intansi terkait dapat melakukan audit dan pemeriksaan terhadap pelaksana pembangunan halte tersebut.


"Ini harus dilakukan audit dan pemeriksaan oleh pihak kejaksaan dan kepolisian, anggaran besar tapi sarana tak pernah dipakai,"tandasnya. (Hen)