Halte Bus Mebidang Hancur Terbengkalai, Ini Tanggapan Anggota DPRD Medan Haris Kelana Damanik -->

Iklan Semua Halaman

Halte Bus Mebidang Hancur Terbengkalai, Ini Tanggapan Anggota DPRD Medan Haris Kelana Damanik

Redaksi
Jumat, 18 Desember 2020
Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Gerindra Haris Kelana Damanik ST



METROINDO.CO.ID | LABUHAN - Terkait Helte Bus Mebidang yang hancur terbengkalai dan tak berbentuk lagi di Jalan K.L Yos Sudarso, Simpang Seruwai Kecamatan Medan Labuhan, mendapat berbagai tanggapan dari berbagai kalangan masyarakat.


Termasuk juga dari anggota DPRD Kota Medan Haris Kelana Damanik ST, saat dihubungi wartawan, Jumat (18/12/2020).


"Kita sangat sayangkan bangunan yang dibuat dari uang rakyat itu hancur sia - sia begitu saja,"ucap anggota DPRD Kota Medan dari Partai Gerindra ini.


Lebih lanjut Haris Kelana Damanik mengatakan, seharusnya Pemko Medan harus lebih peka terhadap permasalahan ini. Dengan tetap memantau atau dilakukan pengawasan, walaupun bus Mebidangnya belum memiliki rute ke Medan Utara.


"Kalau sudah seperti ini siapa yang harus bertanggung jawab, halte belum pernah digunakan sudah hancur tak berbentuk. Kalau mau dibangun lagi kan harus mengeluarkan dana besar lagi rakyat lagi yang harus menanggung itu,"jelasnya.




Seperti pemberitaan sebelumnya, dua Halte Bus Mebidang yang berada di Jalan K.L Yos Sudarso tepatnya disimpang Seruwe dan simpang Gudang Arang Belawan hancur hingga tak berbentuk lagi.


Padahal, dari pertama dibuat halte bus tersebut belum pernah digunakan. Sedangkan anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan halte hingga milyaran rupiah. 


Pada tahun 2013 hadir kabar gembira buat masyarakat Kota Medan dan sekitar. Pemprov Sumut bekerja sama dengan Pemko Medan, Pemko Binjai dan Pemkab Deli Serdang memproyeksikan anggaran Rp 4,4 miliar untuk pembelian bus dan pembangunan halte Bus Rapid Trans (BRT) Medan-Binjai-Deli serdang (Mebidang). 


Bus ini pun diproyeksikan untuk menjawab permasalahan kemacetan di Kota Medan, sehingga masyarakat beralih menggunakan angkutan umum dan meninggalkan kendaraan pribadi yang membludak di jalanan.


Pembangunan halte yang sudah dikerjakan lebih dahulu pada tahun 2013 dan siap beberapa bulan kemudian. Ternyata halte tersebut belum bisa beroprasi, karena bus yang beroperasi belum tiada. Setahun lebih berlalu dan saat-saatnya yang ditunggu oleh masyarakat tiba, tepatnya mulai tanggal 6 November 2015 bus Rapid Trans MEBIDANG resmi beroperasi.


Namun, sayang dari pengamatan wartawan hingga saat ini belum pernah sekalipun bus Mebidang melintas diwilyah Medan Belawan. (Hen)