Wow..!! Diduga Sarang Narkoba dan Pelepas Syahwat, Polisi Tak Bernyali Gerebek Scorpio Karaoke -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Wow..!! Diduga Sarang Narkoba dan Pelepas Syahwat, Polisi Tak Bernyali Gerebek Scorpio Karaoke

Redaksi
Sabtu, 08 Agustus 2020
Karaoke Scorpio di Hotel Radison eks Hotel Asean, Jalan H. Adam Malik Medan


METROINDO.CO.ID | MEDAN - Wow..!! Luar biasa sungguh mengagumkan. Pandangan yang berbeda, saya melihat kendaraan-kendaraan mewah berjejer memasuki pintu masuk Karaoke Scorpio di Hotel Radison eks Hotel Asean, Jalan H. Adam Malik Medan.

Bahkan, wanita-wanita seksi dengan penampilan yang cukup menggairahkan berjalan santai masuk ke dalam.

Diperkirakan, umur cewek-cewek remaja itu masih berusia belasan Tahun atau dibawa umur.

Informasi yang diperoleh, Sabtu (8/08/2020), malam sekitar jam 00.30 Wib di lokasi ini, bagi para pencinta dunia hiburan malam, dapat melepaskan syahwat dengan pasangan di dalam salah satu KTV, dimana didalam KTV tersebut terdapat sebuah kamar mini room untuk ‘eksekusi,’.

Hal itu diungkapkan salah seorang sumber yang meminta namanya jangan dipublikasikan, menyebutkan bahwa di dalam KTV Scorpio terdapat sebuah ruangan ‘eksekusi’ yang disebut sebut untuk melepaskan syahwat.

Miris. Hingga saat ini pihak Polda Sumatera Utara tidak berani melakukan penggerebekan lokasi hiburan malam tersebut.

Pasalnya, setiap personil Polda Sumut, BNNP Sumut maupun Polrestabes Medan melakukan razia tempat hiburan malam di Medan, khususnya Karaoke Scorpio tidak pernah tersentuh.

Padahal lokasi hiburan malam di Kota Medan itu diduga sebagai sarangnya peredaran berbagai jenis narkoba.

“Aneh juga kenapa penggerebekan lokasi hiburan malam seperti pilih kasih. Buktinya Karaoke Scorpio tidak pernah dirazia polisi,” ungkap salah seorang warga Kota Medan yang enggan menyebutkan identitasnya.

“Kalau aku menilai sepertinya ada ‘main mata’ antara pengelola Scorpio dengan polisi. Sebab Scorpio tidak pernah digerebek,” bebernya lagi.

Menanggapi adanya peredaran narkoba di Karaoke Scorpio yang terletak di basemen Hotel Radison eks Hotel Asean, Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin enggan berkomentar ketika dikonfirmasi Begitu juga saat dilayangkan pesan singkat, jenderal bintang dua ini juga tidak membalas pesan singkat tersebut.

Informasi yang diperoleh di lapangan, Karaoke Scorpio selama ini diduga dibekingi oknum anggota Polri. Sehingga tidak pernah dirazia dan diduga secara bebas mengedarkan narkoba.

Sementara itu, Pengamat Hukum dari Pusat Studi Hukum dan Pembaruan Peradilan (Puspha) Sumut, Muslim Muis, menyayangkan sikap Polda Sumut dan Polrestabes Medan yang tidak berani melakukan penggerebekan di Karaoke Scorpio.

“Aneh juga kenapa mereka tidak berani menggerebek Scorpio. Katanya ingin memberantas narkoba. Nah, sudah ada laporan dari masyarakat adanya peredaran narkoba malah ciut dan tak berani melakukan razia,” ungkapnya kepada Wartawan.

Muslim menuturkan seharusnya setiap tempat hiburan malam yang terindikasi adanya peredaran narkoba harus secepatnya ditindaklanjuti dan digerebek.

“Di sini peran Kapolda Sumut dipertanyakan. Mengapa tempat hiburan malam seperti Scorpio yang diduga menjual narkoba tidak pernah digerebek?,” terang Muslim Muis.

Sambung dikatakannya, kalau memang ada oknum Polri yang membekingi seharusnya Kapolda Sumut harus menindak tegas dan memecat oknum polisi yang bermain-main dengan sindikat peredaran narkoba.

“Kalau memang terbukti oknum polisi yang membekingi peredaran narkoba di dalam tempat hiburan malam harus ditindak tegas dan dipecat dari tugasnya,” pungkasnya.

Menurut investigasi di lapangan, narkoba jenis ekstasi yang dijual di Karaoke Scorpio bervariasi mulai dari Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per butir. Sementara kay vitamin dijual Rp700 ribu dan happy five (H5) Rp150 ribu bisa dibeli melalui Waitres, Kapten atau pekerjanya berinisial (DN). Setiap pengunjung yang akan dugem bisa mendapatkan barang haram yang dijual bebas dilakosi tersebut.

Terpisah. Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Tatan Dirsan ketika dikonfirmasi mengatakan akan menindaklanjuti info tersebut.

"Ok, kita selidiki informasi ini ndra," ujar Tatan singkat. (Hen)