DPRD Kota Medan Tak Bernyali Datang di Aksi Demo, Warga Desak Depo Kontainer Ditutup dan Pasang Portal Jalan -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

DPRD Kota Medan Tak Bernyali Datang di Aksi Demo, Warga Desak Depo Kontainer Ditutup dan Pasang Portal Jalan

Redaksi
Kamis, 27 Agustus 2020


METROINDO.CO.ID | LABUHAN - 
Janji tinggal janji akan memperbaiki Jalan rusak dengan kondisi jalan rusak yang telah terjadi selama empat tahun, masyarakat Jalan Pancing, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan menggelar aksi blokir jalan, Kamis (27/8/2020) sekitar pukul 10.00 wib.

Aksi demo ini digelar masyarakat tepat di depan Kantor Lurah Besar. Dengan menggunakan pengeras suara, para pendemo menyampaikan aksinya sambil membentangkan spanduk yang berisi tuntutan warga.

Aksi yang didominan para ibu - ibu ini, mereka menuntut agar Pemko Medan tertibkan depo truk yang berada di sekitar Jalan Pancing 1, Kelurahan Besar, Pasang Portal dan Rambu Peringatan kelas jalan dan segera lakukan perbaikan Jalan Pancing 1, Kelurahan Besar agar tidak ada korban tewas disebabkan jalan berlubang.

Salman SH kordinator aksi saat berorasi mengatakan, pihaknya menggelar aksi ini karena sudah gerah dengan kondisi jalan yang penuh dengan lobang.


"Uda empat tahun lebih jalan ini tidak tersentu perbaikan, coba kita lihat jalan ini kalau sudah musim hujan jalan seperti kubangan lembuh," ucapnya.

Lebih lanjut disampaikan Salman, pihaknya menuntut agar Pemko Medan memperbaiki jalan Pancing 1 Kelurahan Besar dan memindahkan seluruh gudang depot yang ada di wilayah tersebut.

"Kita minta depot - depot truk itu ditutup atau pindah dari Kelurahan Besar, karena para pengusaha truk itu yang membuat jalan ini rusak. Jalan ini kita tahu jalan kota kelas 3, tapi yang melalui jalan ini truk- truk yang tonasenya diatas 20 ton," jelasnya.

"Kita minta, Pemko Medan segera merespon aksi ini. Kalau tidak kami akan menurunkan massa yang lebih besar lagi," tambahnya.

Warga mengatakan pihak mereka sudah berulangkali menyampaikan permasalah jalan tersebut ke Pemko dan DPRD Medan. Namun kurang mendapat tanggapan yng serius kecuali hanya janji yang entah sampai kapan ditepati.

"Bahkan kita sudah meyampaikan masalah ini secara langsung kepada anggota DPRD Medan yang berasal dari daerah sini. Namun mereka juga kurang serius menanggapinya," kata Koordinator aksi, Salman.

Setelah aksi berlangsung sekitar dua jam, dilaksanakan pertemuan antara perwakilan warga dan pemerintahan setempat untuk mencari solusi atas permintaan warga sambil menyanyikn lagu Indonesia Raya.

Dalam aksi tersebut, berhasil dikumpulkan uang sebanyak Rp. 3.600.000 untuk dana pembangunan portal.

"Hari ini kita sudah mengundang anggota DPRD Medan asal daerah ini. Namun satupun diantara mereka tidak mau datang. Mereka hanya mau suara kita saat mau Pemilu saja," kata orator lainnya, Ismail, salah seorang guru sekolah.

Sambil menunggu hasil pertemuan tersebut, ratusan warga terus melakukan aksi unjuk rasa untuk menyampiakan keluhannya.

"Dulu polusi udara tidak separah sekarang ini namun sekarang kami tidak bisa lagi berjualan sepanjang jalan Pancing 1," teriak warga.

Camat Medan Labuhan Rudy Arisandi kepada wartawan mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemko Medan tentang permasalahan ini.

"Kita sudah usulkan pengecoran Jalan Pancing 1 ini, mudah - mudahan tahun depan kalau tidak ada halangan jalan ini akan dibangun. Karena Plt Walikota Medan juga sudah meninjau jalan ini," terangnya. (Hen)