Dorr..!! Satu dari Tiga Pelaku Jaringan Internasional Tewas, 123 Kg Sabu dan 50 Ribu Pil Ekstasi Berhasil di Amankan -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Dorr..!! Satu dari Tiga Pelaku Jaringan Internasional Tewas, 123 Kg Sabu dan 50 Ribu Pil Ekstasi Berhasil di Amankan

Redaksi
Selasa, 18 Agustus 2020


METROINDO.CO.ID | MEDAN -
Penelusuran Direktorat Resnarkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) ke Jakarta untuk menangkap kurir 100 kg sabu dan 50 ribu butir pil ekstasi membuahkan hasil. Satu tersangka diantaranya tewas ditembak karena melukai petugas.

“Kasus sudah hampir dua bulan dilakukan penyelidikan diawali dari tanggal 19 Juni kemarin, tapi belum kita rilis karena masih dalam pengembangan dan alat bukti,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, di RS Bhayangkara TK II Medan, Selasa (18/8/2020).

Martuani menyebut, pengungkapan kasus itu berawal dari hasil pengembangan tersangka berinisial Daniel Edi Johanes alias Dani yang diringkus bersama barang bukti sabu seberat 23 kg pada Jumat (19/6/2020) lalu.

Petugas mengamankan tiga tersangka bernama Daniel Edi Jonannes alias Dani, Hans Wijaya, dan Sugiarto alias Aliung. Bahkan, terhadap tersangka Sugiarto terpaksa ditembak mati karena melukai petugas saat diamankan.


Tambah Martuani, pengungkapan jaringan peredaran narkoba Medan-Jakarta ini atas laporan dari masyarakat sejak dua bulan lalu.

"Dari tangan ke tiga tersangka disita barang bukti 123 kg sabu dan 50 ribu pil ekstasi. Nantinya barang haram ini akan diedarkan di Kota Medan," terangnya.

Dari keterangan tersangka, personel unit 2 Subdit II Dit Resnarkoba Polda Sumut melakukan penyelidikan tentang keberadaan pelaku lainnya di Jakarta.

Pada hari Sabtu (15/8/2020) sekira jam 04.30 Wib, Dit Resnarkoba Polda Sumut melakukan penangkapan tersangka Hans Wijaya di Jalan Kali Baru Barat 7 Jakarta dan disita barang bukti berupa tiga karung plastik yang berisi 50 bungkus teh Cina berisikan narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhan seberat 50 kg.


Dalam penangkapan itu juga turut disita satu kotak fiber berisikan lima bungkus plastik transparan berisikan 25 ribu butir pil ekstasi dimana masing-masing bungkus sebanyak lima ribu butir.

Di hari yang sama tim kembali meringkus tersangka lainnya yaitu Sugiarto alias Aliung di Jalan Raya Cilincing Kalibaru Jakarta dan disita barang bukti berupa dua karung plastik didalamnya 50 bungkus teh Cina yang juga berisikan narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhan seberat 50 kg serta satu kotak fiber berisikan lima bungkus plastik transparan berisikan narkotika jenis pil ekstasi sebanyak 25 ribu.

“Dari keterangan tersangka Sugiarto Narkotika tersebut akan diantar ke salah satu gudang di Medan,” tambah Martuani.


Kemudian dilaksanakan Controlled Delivery atau penyerahan narkoba yang diawasi oleh petugas di salah satu gudang didaerah KIM 3 Medan.

Namun di sana tersangka Sugiarto melakukan perlawanan serta menyerang salah satu personel Aiptu Partono dengan sebilah golok dan mengalami luka bacok sehingga dilakukan tindakan tegas, keras dan terukur kepada tersangka Sugiarto alias Aliung.

Tersangka Sugiarto selanjutnya di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan untuk dilakukan pertolongan medis namun diperjalanan menuju rumah sakit tersangka Sugiarto meninggal dunia.

“Para pelaku dijerat Pasal 114, Pasal 112 jo Pasal 132 UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati,” terangnya.

Jenderal Bintang Dua ini mengajak seluruh masyarakat untuk merapatkan barisan dan bersama-sama nyatakan perang dan tolak peredaran narkoba. Sebab, peredaran narkoba sudah sangat darurat.

"Mari bersama-sama untuk memerangi narkoba yang telah merusak generasi bangsa," harap orang nomor satu di Polda Sumatera Utara itu. (Hen/Rom)