Apes..!! Lagi Nunggu Pembeli, BD Narkoba Pulo Brayan Bengkel ke Ciduk -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Apes..!! Lagi Nunggu Pembeli, BD Narkoba Pulo Brayan Bengkel ke Ciduk

Redaksi
Sabtu, 08 Agustus 2020


METROINDO.CO.ID | BELAWAN -
Polres Pelabuhan Belawan kembali menggempur dan menangkap bandar narkoba yang meresakan masyarakat.

Kali ini bandar narkoba yang berhasil di ciduk bernama Abd Roni Manurung (44) warga Jalan Mesjid Lingkungan II, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur. Pelaku ditangkap dari kediamannya saat sedang menunggu pelanggan.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Dr. Mhd. R. Dayan SH, MH melalui Kasat Narkoba AKP Juriadi SH, kepada wartawan, Sabtu (8/8/2020) menerangkan, pelaku ditangkap berdasarkan adanya informasi yang diterima Team Opsnal Satres Narkoba.

Berdasarkan info tersebut, Team Opsnal Satres Narkoba langsung melakukan penyelidikan kelokasi yang diinfokan.

"Saat petugas datang, pelaku Abd Roni Manurung mencoba melarihkan diri ke balkon rumahnya. Tak mau kehilangan buruannya team langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan pelaku," terang Juriadi.

Saat dilakukan penggeledahan badan ditemukan beberapa Barang Bukti yakni 4 (empat) buah plastik klip besar berisi shabu-shabu, 6 (enam) buah plastik sedang berisi shabu-shabu, 36 (tiga puluh enam) plastik, klip kecil berisi shabu-shabu dengan berat keseluruhan Brutto 40,69 Gram.


"Juga ditemukan 1 (satu) buah alat hisab shabu/bong, 1 timbangan elektronik,  1 hp samsung,  3 (tiga) pipet yang bagian ujungnya di runcingkan / skop, uang penjualan shabu-shabu Rp 100.000 (seratus ribu rupiah) dan  2 (dua) bks plastik klip kosong yang belum di gunakan," ujar Kasat Narkoba AKP Juriadi.

Hasil Introgasi tersangka mengakui sebagai pemilik shabu shabu tersebut, yang dibelinya di halaman Parkir Hotel Ardina Jalan Gunung Krakatau dari seorg laki laki berinisial W (DPO) yang mengaku tinggal di Aceh.

Selanjutnya Team memboyong pelaku ke Polres Pelabuhan Belawan guna proses sidik lanjut.

"Pelaku dijerat dengan pasal114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) UURI No. 35 Thn 2009 dgn ancaman Hukuman minimal 5 tahun Penjara," pungkasnya. (Hen)