Masyarakat Pertanyakan Kinerja Petugas Kelurahan Belawan Bahagia dan Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Masyarakat Pertanyakan Kinerja Petugas Kelurahan Belawan Bahagia dan Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan

Redaksi
Jumat, 15 Mei 2020



METROINDO.CO.ID | BELAWAN - Pasca ditemukannya Bunga (nama samaran) yang sepulang dari rumah temannya dibius dan disekap oleh pria berinisial A dirumah kosong pada Rabu, (13/05/2020) pukul 15.00 Wib di Komplek TNI Jalan Tongkol, Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.

Koordinator Ikatan Wartawan Pos Kota (IWAPOK) Belawan Erwin T Librandi  menandesak pihak ke Polisian segera tangkap pelaku penyekapan di rumah kosong.

Gadis berusia 16 tahun warga Kampung Kurnia, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan hendak pulang kerumahnya sehabis bermain dari rumah temannya bernama Santi yang berada di Kelurahan Belawan Bahagia.

Ketika kru MetroIndo.co.id mengkonfirmasi Erdy Pratama Arya Tambunan sang penolong gadis malang tersebut mengatakan, dirinya mendengar ada suara perempuan meminta tolong yang berasal dari rumah kosong.

"Awalnya saya lagi main bola diberitahu temannya bernama Hakim yang mendengar suara orang minta tolong dari sebuah rumah kosong dan mendapat laporan tersebut, saya langsung menuju ke rumah Komplek milik TNI bersama teman-temannya", Ucapnya.

Selanjutnya, "Kemudian kami memeriksa seluruh ruang rumah tersebut dan menemukan seorang perempuan dalam keadaan lemas serta terikat kaki beserta tangannya diruang kamar", Terangnya.

Mendengarkan penemuan ini, kemudian masyarakat berdatangan ke lokasi kejadian tersebut termasuk Lurah Belawan Bahagia Ali Mukti Nasution dan Kepling setempat serta membawa Bunga ke Rumah Sakit Prima Husada Cipta (RS. PHC) Medan Untuk mendapatkan pertolongan.

Pada saat Bunga dimintai keterangannya oleh awak Media di RS. PHC Medan menjelaskan, kalau dirinya mau pulang kerumah sehabis bermain dari rumah temannya.

"Sepulang dari rumah temannya mau pulang naik becak tapi tidak ada, tiba-tiba datang mobil pribadi warnah putih yang dikendarai berinisial A dan menawari untuk mengantar dirinya pulang kerumah", Ujarnya.

Koordinator Ikatan Wartawan Pos Kota (IWAPOK) Belawan, Erwin Librandi Tambunan ketika dikonfirmasi kru MetroIndo.co.id pada Jumat, (15/05/2020) mengatakan, diminta kepada aparat dibawah naungan Kelurahan untuk peduli dengan wilayah kerjanya.

"Dalam hal ini, menunjukkan peran orang tua dituntut untuk lebih peduli memperhatikan anak-anaknya dan peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga lingkungan, apalagi dalam suasana pandemi Covid-19", Terangnya.

"Diminta peran aparatur Kelurahan Belawan Bahagia untuk selalu menjaga wilayah kerjanya karena suasana saat ini sangat berbeda terutama lingkungan-lingkungan yang dianggap rawan", Tuturnya.

Dengan adanya kejadian ini menunjukkan lemahnya pengawasan disetiap lingkungan-lingkungan dan tupoksi petugas yang ada di Kelurahan membiungkan masyarakat.
"Kalau kita mau jujur untuk apa mereka diangkat dan ditugaskan serta digaji oleh negara", Tegasnya.

Masyarakat meminta peran aparatur Kelurahan Belawan Bahagia untuk selalu memonitor wilayah kerjanya.

"Karena suasana saat ini sangat jauh berbeda dari sebelumnya terutama dilingkungan-lingkungan yang dianggap rawan", Tutupnya. (Win)