Berstatus PDP, Warga Rantauprapat Meninggal Dunia Saat di Rujuk ke RS Adam Malik -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Berstatus PDP, Warga Rantauprapat Meninggal Dunia Saat di Rujuk ke RS Adam Malik

Redaksi
Senin, 20 April 2020


METROINDO.CO.ID | LABUHANBATU -

Sempat di rujuk ke RSU Adam Malik Medan karena di nyatakan fositip saat dilakukan Rapid-Tes oleh team medis RSUD Rantauprapat. Akhirnya IF (22) warga Jalan Padi Kota Rantauprapat menghembuskan nafas terakhirnya pada Hari Senin Pukul 01.30 Wib dini hari.

Melalui Konferensi pers Team Gugus Tugas penanganan Covid-19 kabupaten Labuhanbatu, yang Dihadiri Dandim 0209/LB , Kapolres Labuhanbatu, Direktur RSUD Rantauprapat, Kadis Kesehatan Dan Sekjen Gugus Tugas penanganan Covid19, mengucapkan rasa belasungkawa atas meninggalnya IF (21) yang menjadi kasus pertama Di Musim Pendemi wabah Virus Corona (Covid-19) yang terjadi di Kabupaten Labuhanbatu.

"Inalillahi wa inalillahi roziun, telah berpulang IF(21) warga Jalan Padi Kota Rantauprapat yang sempat dilakukan rujukan ke RSUD Adam Malik," kata Kapolres Selaku Wakil 2 Team Gugus Tugas penanganan Covid19.

Sementara, Direktur RSUD Rantauprapat Dr Syafril SpoG pada penjelasan mengatakan bahwa Kasus tersebut merupakan Kasus PDP 02.

"Sampai saat ini, kita menunggu hasil nya dari pihak RSU Adam Malik untuk memastikan FI positif Terpapar Covid-19 atau tidak," jelas nya.

Dr Syafril pun mengaku bahwa FI sudah di kebumikan team medis RSU Adam malik secara SOP yang berlaku.

"Jam 06 tadi pagi, sudah di kebumikan di Pemakaman khusus" ucapnya.

Menurut Syafril, pada Sabtu (18/4/2020) malam lalu sekira jam 21.00 Wib, pasien IN datang ke RSUD Rantauparapat dan diterima tim covid. Kemudian, dari SOP dipertanyakan keluhan. Di mana, pasien mengeluhkan nyeri ulu hati, nyesak di dada dan mual.

"Ketika dipertanyakan, pasien mengaku tidak ada perjalanan," ujar Syafril.

Kemudian, sambung dia, gejala seperti demam, batuk, dan sesak, tidak ada ditemui dalam tubuh pasien. Sehingga pasien dimasukkan ke IGD dengan diagnosis gastritis.

"Setelah diobservasi, keluhan pasien menghilang dan pasien diberi obat untuk rawat jalan," ujarnya.

Selanjutnya, Minggu (19/4/2020) sekira pukul 10.45, pasien datang kembali dengan keluhan sesak dan batuk. Oleh tim ini dipertegas, apakah ada perjalanan dan pasien menyatakan hanya perjalanan dari Pulau Raja ke Rantau.

"Oleh tim, keluhan ini diteruskan ke dokter DPJP Covid dan diinstruksikan untuk diisolasi. Kemudian, hasil rapid tes, masih samar. Oleh dokter, kemudian dilakukan rapid tes ulang dengan hasil positif," bebernya.

Selanjutnya, tim berembuk dan selanjutnya dirujuk untuk memastikan kembali hasil diagnosa sebelumnya. Pada pukul 20.30 malam, pasien diberangkatkan menuju RSUP H Adam Malik.

Syafril mengaku, ketika dalam perjalanan dirinya terus memantau kondisi pasien. Sampai di Tebing, pasien mengalami muntah berbuih. Kondisi ini kembali terjadi ketika mobil ambulance melewati Lubuk Pakam.

"Selanjutnya sesampainya di Jalan Djamin Ginting, kondisi pasien terus menurun," tandasnya. (Dian)