Alamak..!! Gegara Postingan Dukungan Paslon Bupati, Bawaslu Jerat Plt Kadis Kominfo Labuhanbatu -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Alamak..!! Gegara Postingan Dukungan Paslon Bupati, Bawaslu Jerat Plt Kadis Kominfo Labuhanbatu

Redaksi
Jumat, 03 April 2020
Kantor Bawaslu Labuhanbatu

METROINDO.CO.ID | LABUHANBATU -

Ada saja ulah oknum Pelaksanaan Tugas (PLT) Kadis Kominfo Labuhanbatu yang satu ini. Walau menyandang status ASN, namun dirinya masih nekat memposting di facebook dan menerbitkan berita dukungan terhadap Salah satu Bakal calon Bupati Andi Suhaimi Dalimunthe. Akibatnya, warga pun mengadukan hal tersebut ke Kantor Bawaslu Setempat.

Ketua Bawaslu Labuhanbatu Makmur saat ditemui dikantornya, Jumat (3/4/2020) membenarkan laporan tersebut. 

Dimana, mereka telah menindaklanjuti laporan atas dugaan pelanggaran kode etik sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan nomor laporan 01/LP/PB/Kab/02.15/III/2020.

"Dua hari yang lalu sudah kita panggil dan periksa dan semalam kita rapat, dan menghasilkan bebarapa point rekomendasi,"ucapnya menjawab beberapa pertanyaan wartawan. 


Dijelaskan Makmur, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, terlapor Plt Kadis Kominfo Labuhanbatu berinisal 'R' mengakui postingan dan berita tersebut.  Sehingga, berdasarkan pasal 3 Perbawaslu nomor 6 Tahun 2018 tentang pengawasan netralitas pegawai ASN, Anggota TNI dan Anggota Polri dapat menjadi objek pengawasan Bawaslu kabupaten/ kota dalam hal tindakan pegawai ASN, anggota TNI dan anggota Polri berpotensi melanggar ketentuan sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pemilu atau pemilihan serta melanggar kode etik atau disiplin masing-masing lembaga/instansi.

"Ya, kalau untuk netralitas ASN kan sudah ditetapkan berdasarkan pasal 3 Perbawaslu nomor 6 tahun 2018 tentang netralitas pegawai ASN, anggota TNI dan Anggota Polri,"jelasnya.

Selain itu, Sambung Makmur, bahwa berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2004 tentang ASN Pasal 5 ayat (2) huruf 'h' Menjaga Agar Tidak Terjadi Konflik Kepentingan Dalam Melaksanakan tugasnya Junto peraturan pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang pembinaan jiwa Korps dan kode etik pegawai negeri sipil Pasal 11 huruf c 'Menghindari Konflik Kepentingan Pribadi, Kelompok maupun golongan' jika dikaitkan dengan ASN yang telah melakukan postingan atas pemberitaan di media online LABUHANBATU SATU.GO.ID yang berjudul MDP Inginkan Andi Suhaimi maju di Pilbup 2020 di media sosial facebook maka diduga melanggar konflik kepentingan pribadi yang dapat dikategorikan pelanggaran Netralitas ASN dalam Aspek politik, karena pada saat ASN tersebut telah diangkat dan diambil sumpah/janji selaku Pegawai Negeri Sipil yang tertuang dalam pasal 66 ayat (2) UU Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara saat itu juga ASN terikat pada aturan yang berlaku sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan.

"Di UU nomor 5 tahun 2014 tentang ASN pasal 5 ayat (2) huruf 'h' kan sudah dijelaskan untuk Menjaga Agar Tidak Terjadi Konflik Kepentingan Dalam Melaksanakan tugasnya, maka diduga melanggar konflik kepentingan pribadi yang dapat dikategorikan pelanggaran Netralitas ASN dalam Aspek politik,"tambahnya.

Hasil laporan yang ditangani mereka ,  kata Makmur, akan dikirim ke Komisi ASN guna proses tindak lanjut. 

"Nanti komisi ASN yang memutuskan, kami hanya memberikan rekomendasi.  Nanti, yang mengeksekusi keputusan dari komisi ASN adalah sekda Labuhanbatu. Kita hanya mengawasi saja,"tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Labuhanbatu memeriksa Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Labuhanbatu, Rajid Yuliawan di kantor Bawaslu Labuhanbatu, Rabu (01/04/2020).

Komisioner Bawaslu Labuhanbatu, Fahrizal Syahputra Rambe mengatakan pemanggilan tersebut terkait laporan masyarakat tentang dugaan pelanggaran netralitas ASN menjelang Pilkada Labuhanbatu 2020.

"Beliau kita panggil karena ada dugaan pelanggaran netralitas ASN yang dilaporkan oleh masyarakat", ucap  Fahrizal ketika dihubungi lewat aplikasi What'sApp Rabu (01/02/2020).

Fahrizal mengatakan dalam laporan tersebut masyarakat melaporkan dimuatnya berita tentang dukungan salah satu kelompok masyarakat kepada Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi.

"Berita dukungan itu dimuat di website Labuhanbatukab.go.id milik Dinas Kominfo Labuhanbatu, masyarakat menduga ada pelanggaran netralitas ASN", tambah Fahrizal.

Fahrizal melanjutkan hingga saat ini, Bawaslu Labuhanbatu belum berencana memanggil Bupati Labuhanbatu terkait laporan dulanggaran netralitas ASN tersebut.

"Kita tidak berencana memanggil bupati, karen penanggungjawab situs itu saudara Rajid sebagai Kadis Kominfo" tandasnya.

Sementara itu, Kadis Kominfo Rajid Yuliawan ketika dihubungi via selulernya belum memberi tanggapan.

Untuk diketahui Andi Suhaimi yang saat ini menjadi Bupati Labuhanbatu dinilai banyak kalangan berpeluang  memenangkan Pilkada Labuhanbatu 2020. (Hen)