Tapsel Berpotensi Sebagai Sentra Produksi Dan Industri Kopi Terbesar Di Sumut -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Tapsel Berpotensi Sebagai Sentra Produksi Dan Industri Kopi Terbesar Di Sumut

Redaksi
Sabtu, 14 Maret 2020
Bakal Calon Wakil Bupati Tapsel Rasyid Assaf Dongoran.

METROINDO.CO.ID | SIPIROK - Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) diyakini bisa dijadikan menjadi sentra produksi kopi domestik maupun nasional. Pasalnya, hingga kini masih ada lebih dari seratus ribu hektar luas lahan yang belum dikelola secara maksimal.

Demikian disampaikan Bakal Calon Wakil Bupati Tapsel Rasyid Assaf Dongoran, kepada wartawan di Sipirok, Sabtu (14/03/2020).

"Berdasarkan data BPS potensi lahan perkebunan kopi di Tapsel saat ini sekitar 12.000, padahal dengan ekstensifikasi, diversifikasi dan instensifikasi pertanian yang terukur tanpa merusak hutan jumlahnya masih bisa digenjot menjadi 36.000-40.000 hektar", ucap Rasyid.


Menurutnya dengan strategi yang tepat dan luas lahan yang tersedia saat ini, produksi kopi di Tapsel bisa dinaikka  menjadi empat sampai lima kali lipat.

“Kopi arabika bisa dikembangkan khusunya lahan lahan terbesar itu berada di kecamatan Saipar Dolok Hole,Kecamatan Sipirok, Kecamatan Aek Bilah dan Kecamatan Arse, Marancar", terang Rasyid.

Sementara potensi kopi robusta dinilai Rasyid juga sangat potensial dan terkontsentrasi di kecamatan yang sama Saipar Dolok Hole,Kecamatan Sipirok, Kecamatan Aek Bilah dan Kecamatan Arse, Marancar.


"Sama seperti arabica, potensi produksi kopi robusta juga sangat mungkin untuk dinaikkan menjadi sepuluh kali lipat dengan strategi dan teknologi pertanian kopi yang terukur dengan baik", ucap putra Siregar Dongoran dari Kecamatan Aek Bilah ini.

Kedepan menurut Rasyid, Pemkab Tapsel harus memiliki program dan skema yang jelas dalam meningkatkan produksi dan ketersediaan lahan perkebunan kopi di Tapsel.

Soal permodalan petani kopi yang sering menjadi kendala, menurut Rasyid petani tidak mesti harus tergantung dengan APBD Kabupaten semata. Sebab Rasyid menilai lewat networking dan kolaborasi yang terukur dan saling menguntungkan akan banyak pihak swasta dan BUMN yang mau bermitra dengan petani.

"Kita sangat optimis, kalau jumlah lahan produktif dalam empat sampai lima tahun bisa ditingkatkan menjadi lima sampai sepuluh kali lipat maka akan mudah untuk meyakinkan investor agar mau berinvestasi mendirikan industri pengolahan kopi di Tapsel dan pasti akan mampu menciptakan lapangan kerja baru", pungkas Rasyid yang juga Wakil Ketua Golkar Sumut ini.

Untuk diketahui, Rasyid Assaf Dongoran adalah salah satu bakal Calon Wakil Bupati Tapsel yang namanya sedang digodok oleh DPD Golkar Sumut dan DPP Partai Golkar. Banyak kalangan menilai bahwa Rado memilki peluang besar untuk diusung oleh partai Golkar pada Pilkada Tapsel 2020.

Selain masih muda, cerdas dan memiliki kualitas dan kapabilitas yang lengkap, aktivis dan praktisi pertanian serta lingkungan hidup ini dianggap sebagai tokoh muda yang punya jaringan kuat di Golkar, baik di kabupaten, provinsi maupun pusat.(Budi Aw/Hendra)