Protes Pembunuh Anggota PP Dihukum Ringan, Ribuan Ormas PP Seruduk Kantor Kejatisu -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Protes Pembunuh Anggota PP Dihukum Ringan, Ribuan Ormas PP Seruduk Kantor Kejatisu

Redaksi
Senin, 09 Maret 2020
Ribuan ormas PP seruduk Kantor Kejatisu Tuntut keadilan

METROINDO.CO.ID | MEDAN - Ribuan massa berseragam PP berdemo di depan Kantor Kejatisu Jalan AH Nasution, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan Sumut, memprotes tuntutan rendah lima terdakwa pembunuh anggota PP (Pemuda Pancasila). 

Massa menggelar aksi untuk menuntut Kepala Kejari Medan dicopot. Massa mengaku tidak puas dengan hukuman kepada terdakwa pembunuhan anggota PP yang mereka nilai terlalu ringan.


"Kita minta kepala Kejari Medan dicopot karena diduga ada permainan dalam putusan terhadap pelaku pembunuhan rekan kita," ujar salah seorang orator aksi Muhammad Sueb. Senin (9/3/2020).

Sueb menilai Kejaksaan berlaku tidak adil. Menurutnya, hukuman terhadap pelaku terlalu rendah.

"Jangan karena hanya diberi hukuman 4 tahun, kami menilai kalau pembunuhan itu mudah," jelas Sueb. 

Sementara. Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) berjanji akan melakukan eksaminasi (pengujian) atas tuntutan rendah lima terdakwa pembunuh anggota organisasi kepemudaan (OKP) Pemuda Pancasila (PP) Syahdila Hasan Affandi (19) yang terbunuh. Sabtu (14/9/2019) silam dalam keributan antar kelompok pemuda.

Janji untuk melakukan eksaminasi ini disampaikan Asintel Kejatisu Murji, yang menemui massa aksi PP di depan Kantor Kejatisu Medan.

“Petunjuk Kajati, kami akan segera melakukan eksaminasi, pemeriksaan terhadap jaksa yang menangani kasus ini,” kata Murji.


Menurutnya, bila memang nantinya ditemukan kesalahan dalam pengujian terhadap tuntutan maka Murji berjanji Kejatisu akan menindak jaksa yang menangani kasus ini.

Namun menurutnya, eksaminasi tidak berarti mereka akan mengajukan tuntutan ulang terhadap kelima terdakwa. Namun ia berharap, hakim lah yang bisa menilai kasus ini.

“Kan tuntutannya sudah dibacakan. Kita berharap, mudah-mudahan bapak-bapak yang ada di pengadilan bisa mensikapi lebih lagi,” jelasnya.

Kelima terdakwa pembunuhan masing-masing Irwansyah alias Iwan Bebek, Sutiyono alias Penong, M. Suheri Alfaris alias Harri Porter, Dedi Syahputra alias Tamil dan Putra Riokardo alias Rio dituntut 4 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Joice Sinaga dan Artha Sihombing di Ruang Kartika, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (27/2/2020). Tuntutan itu dianggap terlalu rendah. (Hen/Put)