Tak Senang Ditegur Akibat Salah Parkir dan Diduga Buat Laporan Palsu : Korban akan Buat Laporan ke PN Medan -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Tak Senang Ditegur Akibat Salah Parkir dan Diduga Buat Laporan Palsu : Korban akan Buat Laporan ke PN Medan

Redaksi
Kamis, 20 Februari 2020
Teks foto : Mobil AC terparkir didepan rumah AP

METROINDO.CO.ID | MEDAN - AP warga Jalan Tembakau Deli I, diduga menjadi korban arogansi tetangganya sendiri oleh AC. 

Pasalnya, AC melaporkan tetangganya ke Kepling setempat dan ke Satpol PP Kota Medan, bahwa korban tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Melalui kuasa hukum korban, Asmaiyani, SH, MH dan Ahmad Iqbal Fauzi, SH,MH, AP akan segera menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Medan, menggugat secara perdata maupun pidana.

Berdasarkan keterangan kuasa hukum Klien Asmaiyani, peristiwa ini bermula saat mobil milik AC parkir di depan gerbang pintu milik Kliennya. Rabu (19/2/2020), kemarin. 

Hal itu menyebabkan mobil pengangkut bangunan untuk merenovasi rumah korban yang memiliki status SHM, terhalang tidak bisa masuk.

“Korban atau klien kami lantas memberitahukan ke security perumahan agar mobil milik tetangga itu dapat digeser. Security juga sudah secara lisan meminta pemilik mobil agar menggeser mobilnya, namun tetap juga tidak digubris,” ujar Asmaiyani yang didampingi kuasa hukum lainya, Ahmad Iqbal Fauzi.

Atas permintaan security untuk menggeser mobil yang parkir di depan rumah korban, lanjutnya, membuat AC tak senang. AC lalu melaporkan kliennya ke Dinas Tata Kota Medan dan Satpol PP, lurah setempat, dengan laporan palsu, bahwa klien nya melakukan pembangunan rumah tanpa memiliki IMB. 

“Klien kami saat ini sedang merenovasi rumah yang dibelinya dan sudah mengantongi IMB. Klien kami tidak ada mendirikan bangunan, jadi buat apa harus punya IMB. Toh cuma memperbaiki atap yang bocor harus pakai IMB?” kata Asmaiyani, SH, MH.

Atas laporan tetangga itu, membuat petugas TRTB Kota Medan dengan didampingi Satpol PP langsung mendatangi kediaman Albert Panjaitan untuk mengecek laporan terebut.

“Ternyata setelah diperiksa, izinnya lengkap dan renovasi rumah sama sekali tidak menyalahi aturan. Sehingga, hanya 10 menit di lokasi, tim gabungan Pemko Medan membubarkan diri karena laporan yang diberikan tidak sesuai fakta di lapangan. Pengukuran serta bukti foto-foto dokumentasi pun sudah dibuat secara SOP,” papar Asmaiyani lagi.

Sedangkan Ahmad Iqbal Fauzi yang juga kuasa hokum korban, menyayangkan sikap anggar deking yang dilakukan AC pascatidak terima diminta pindahkan parkir mobil. 

“Ada dua orang personel penegak hukum berpangkat mendatangi korban. Indonesia adalah negara hukum, dimanakah keadilan sekarang ini? Apakah penegak hukum dan pejabat bisa bebas diperintahkan oleh seorang warga sipil tanpa mengecek kebenaran terlebih dahulu? Apakah sistem peradilan di Indonesia ini sudah bobrok? Yang sangat disesali adalah, ada apa sehingga pejabat tunduk kepada AC? Siapakah AC ini?” tegas Ahmad Iqbal Fauzi.

Untuk itulah, lanjut Ahmad Iqbal Fauzi, AP merasa sangat dirugikan oleh perbuatan tetangganya yang sangat arogan. karenanya, pihaknya sebagai kuasa hukum dari AP akan melakukan upaya hukum perdata maupun pidana, terkait kerugian moril dan materiil dari kejadian ini.

“Kepada salah satu media online memfitnah kline kami tanpa mengecek kebenarannya, kami harap seharusnya gunkan UU Pers, jangan menaikkan berita dengan memfitnah tanpa mengecek kebenarannya,” tegas Ahmad Iqbal Fauzi yang diamini Asmaiyani. (Hen)