Doorr..!! Satu dari 9 Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia - Medan Ditembak Mati -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Doorr..!! Satu dari 9 Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia - Medan Ditembak Mati

Redaksi
Senin, 03 Februari 2020
Kapolrestabes Medan saat paparkan pengungkapan kasus narkoba

METROINDO.CO.ID | MEDAN - Satu dari 9 kurir dan pengedar narkoba jaringan Malaysia-Aceh-Medan ditembak mati petugas Sat Res Narkoba Polrestabes Medan. Dari para tersangka petugas menyita barang bukti 10,1 kg sabu dan 5.500 butir pil ekstasi.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol J.E. Isir didampingi, Kasat Narkoba, AKBP Sugeng Riyadi, Wakasat Narkoba, AKP Dolly Nainggolan, Kanit I/Idik, Iptu R Aribowo, Kanit II/Idik, AKP Rapi Pinakri dan Kanit III/ Idik, Iptu Hardiyanto, pada wartawan. Senin (03/02/2020) di RS Bhayangkara Poldasu mengatakan, pengungkapan ini merupakan hasil Operasi Antik 2020 selama sepekan. 

"Dengan pengungkapan 10,1 Kg sabu setidaknya kita telah menyelamatkan  100.100 orang dengan asumsi 1 gram untuk 10 orang pengguna," jelasnya.


Lebih lanjut dikatakannya, para pelaku yang diamankan yakni, AW (25) warga Pasar V Marelan, Kabupaten Deliserdang dengan barang bukti 1,7 Kg sabu, FFN (21) warga Jalan Marelan I dengan barang bukti, 200 gram sabu, AA (30) warga Jalan Medan-Banda Aceh dengan barang bukti, 200 gram sabu.

Seorang mahasiswa, SA (23) warga Jalan Sei Belutu Medan, barang bukti yang diamankan, 500 butir pil ekstasi. Lalu, Ar alias C (35) warga Jalan Karya Medan, barang bukti yang diamankan 2 Kg sabu, FF (33) warga Jalan Kelambir Medan, barang bukti yang diamankan, 2 Kg sabu, Z (38) warga jalan Juntak Medan dan HR (40) warga Jalan Perjuangan Medan, barang bukti yang diamankan 2 Kg sabu serta seorang yang ditembak mati, MY (25) warga Jalan GP Aceh Pidie dengan barang bukti, 2 Kg sabu dan 5000 butir pil ekstasi. 

Mantan ajudan Presiden Joko Widodo ini menjelaskan, barang bukti narkoba jenis sabu dan ekstasi yang disita dipasok dari Malaysia. Kemudian, dengan menggunakan jalur laut di Aceh barang haram tersebut dikirim dan akan diedarkan di Kota Medan.

"Para pelaku menggunakan jalur darat dan rencananya akan mengedarkan barang terlarang itu di Medan," katanya.

Untuk tersangka MY terpaksa ditembak mati karena melawan petugas saat pengembangan. Saat ini jasad tersangka ada di kamar mayat RS Bhayangkara Polda Sumut.

Masih dikatakan Kapolrestabes Medan, para tersangka mempunyai peran berbeda ada sebagai pengedar, kurir dan bandar. 

“Mereka yang ditangkap sudah masuk dalam target operasi (TO) Sat Res Narkoba Polrestabes Medan," terangnya.

Orang nomor satu di Polrestabes Medan ini menegaskan, pihaknya dan stakeholder terkait komit dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Medan. Sebab, kejahatan narkotika merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang tidak hanya merugikan negara tapi juga merusak generasi bangsa.

"Jajaran Polrestabes Medan dan stakeholder komit melakukan penindakan dan pencegahan narkotika. Karena ini merupakan extraordinary crime. Butuh kolaborasi dan elaborasi dalam menuntaskan masalah narkoba. Kami tidak pernah berhenti untuk memerangi narkotika," tegasnya.

Para tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup atau paling singkat 6 Tahun dan paling lama 20 Tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar. (Hen)