Medan Labuhan Dikepung Banjir, Warga Resah Akibat Air Bercampur Limbah Diduga Milik PT KIM -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Medan Labuhan Dikepung Banjir, Warga Resah Akibat Air Bercampur Limbah Diduga Milik PT KIM

Redaksi
Rabu, 29 Januari 2020
Pajak UKA Martubung Terendam Banjir

METROINDO.CO.ID | LABUHAN - Satu malaman diguyur hujan deras menyebabkan banjir setinggi lutut di Martubung, Kecamatan Medan Labuhan. Rabu (29/1/2020),malam sekitar jam 01.30 Wib

Banjir setinggi selutut orang dewasa melanda masyarakat sekitar pajak UKA, di Jalan Rawe V, Lingkungan VII, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan terendam banjir.

Salah seorang warga Rosida (52), yang sehari hari berjualan ikan basah di Pajak UKA di Jalan Rawe V, Lingkungan VII, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Belawan ini sangat kecewa karena sampai saat ini tidak diperhatikan.



“Kami menduga air banjir sekitar sini sudah kotor karena tercemar limbah dari PT. Kawasan Industri Modren (KIM) Persero”. kata ibu penjual ikan. Kamis (29/1).

Saat banjir datang, masyarakat disini susah untuk melakukan istirahat dan aktivitas sehari – hari disebabkan banjir.

Diduga PT. Kawasan Industri Modren (KIM) Persero ini membuang limbahnya saat banjir datang. Banjir disini sering kali terjadi dan tidak pernah ditanggapi. 
 
“Dan, kami juga sempat melakukan demo di PT. KIM pun juga tidak ditanggapi karena air limbah dari pabrik PT.KIM telah bercampur dengan air hujan disini”. Cetusnya.


Banjir dirumah kami sudah sampai sepinggang orang dewasa. Dan banjir disini dalam setahun bisa sampai tiga atau dua kali banjir.

Warga Martubung berharap kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD), agar dapat perhatikan masyarakatnya disini. 

"Kami berharap kepada anggota dewan agar memperhatikan masyarakat disini yang terdampak limbah dari PT KIM," harap warga yang terkena dampak banjir tersebut.

Pantauan Kru Metroindo. Rabu (29/1/2020), pagi sekitar jam 09.00 Wib, di lokasi banjir di seputaran tersebut mencapai ketinggian selutut orang dewasa dan terlihat air berwarna hitam. Bukan hanya kendaraan roda dua mogok, namun perabotan rumah warga juga ikut terendam.

"Udah kerendam semua. Lemari, tempat tidur dan kursi," ucap Marni (35), warga Jalan Rawe Martubung.

Marni mencertitakan kalau banjir diperparah dengan bercampurnya air dengan limbah pabrik di sekitar kediaman warga.

Dikhawatirkan dapat menimbulkan penyakit kulit. Wanita mengenakan pakaian duster ini juga menyampaikan, untuk banjir setinggi lutut orang dewasa ini udah pernah terjadi sebanyak dua kali.

"Udah dua kali lah setinggi ini, tapi ini terparah airnya juga berubah warna hitam," cetus Marni.

Meski setinggi lutut, warga tetap tinggal di rumah sembari menunggu air surut. (Novi)