Ritual Kuda Kepang Berujung Maut, Gegara Melerai Ibu PKK Tewas Ditikam -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Ritual Kuda Kepang Berujung Maut, Gegara Melerai Ibu PKK Tewas Ditikam

Redaksi
Sabtu, 07 Desember 2019
Korban saat di evakuasi di RS Esmun

METROINDO.CO.ID |MARELAN - Kegiatan ritual kuda kepang berujung maut, seorang wanita, Lisnawati (45) tewas ditikam dan pelakunya, Warsidi alias Sidik (30) sekarat diamuk massa. 

Peristiwa itu terjadi tak jauh dari rumah korban di Jalan Kota Cina Lingkungan 7, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kamis (05/12/2019), malam sekitar jam 23.45 WIB.

Informasi diperoleh menyebutkan, malam itu Sidik bersama teman - temannya melakukan kegiatan ritual kuda kepang di teras rumahnya.


Tetangga merasa terganggu dengan aktivitas kuda kepang tersebut, lantas, tetangga menegur Sidik selaku pemilik rumah. Namun, teguran tetangga tidak dihiraukannya.

Berselang itu, tiba - tiba atap seng rumah Sidik dilempar batu. Dari situ, Sidik emosi mendatangi kerumunan warga, akibatnya terjadi pertengkaran mulut antara Sidik dengan warga lainnya. 

Akibatnya, suasana semakin panas, membuat Sidik bersama adiknya, Bagus Andika (28) berkelahi dengan beberapa pemuda di lingkungan rumahnya.

Tak disangka, seorang wanita diketahui aktif di PKK dan Karang Taruna Medan Marelan mencoba melerai perkelahian itu. 

Naas, Lisnawati berada di tengah - tengah keributan itu ditikam oleh Sidik. Wanita itu mengalami luka tikaman di perut dan kepala sehingga terjatuh. 

"Ibu itu mau melerai, rupanya pelaku (Sidik) menikam ibu (Lisnaswati) itu hingga jatuh. Warga langsung membawa ibu itu ke rumah sakit, sampai di rumah sakit meninggal," cerita warga di lokasi. Jumat (06/12/2019).

Aksi pelaku mengundang emosi warga, Sidik menjadi amukan warga. Bapak anak tiga itu sekarat dipukuli, begitu juga adiknya Bagus juga diamankan warga yang turut terlibat dalam penikaman tersebut.

"Pelakunya yang menikam sekarang dirawat di rumah sakit, karena warga emosi memukulinya. Selain itu, rumahnya juga habis digeledah warga juga, adiknya si Bagus sudah diamankan polisi," cetus warga di lokasi.

Pasca kejadian itu, petugas Polsek Medan Labuhan turun ke lokasi. Sejumlah saksi dan barang bukti diamankan. 

Terpisah. Kapolsek Medan Labuhan, AKP Edy Safari ketika dikonfirmasi mengatakan, penikaman itu terjadi karena adanya ritual kuda kepang, pelaku tersinggung rumahnya dilempar batu. Ketika terjadi keributan itu, korban mau melerai ditikam oleh pelaku.

"Untuk saat ini, pelaku (Sidik) sekarat masih dirawat di rumah sakit dan adiknya si Bagus sudah kita amankan. Kasus ini masih kita kembangkan lagi, apakah ada keterlibatan pelaku lain," katanya. (Novi)