Grand Station Diduga Lokasi Pelepas Syahwat dan Sarang Narkoba -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Grand Station Diduga Lokasi Pelepas Syahwat dan Sarang Narkoba

Redaksi
Selasa, 17 Desember 2019
Grand Station

METROINDO.CO.ID | MEDAN - Luar biasa sungguh mengagumkan. Pandangan yang berbeda, saya melihat kendaraan-kendaraan mewah berjejer parkir di depan pintu masuk Grand Station. Bahkan, wanita-wanita seksi dengan penampilan yang cukup menggairahkan berjalan santai masuk ke dalam.

Diperkirakan, umur cewek-cewek remaja itu masih dibawa umur. 

Informasi yang diperoleh, Selasa (17/12/2019) di lokasi ini, bagi para pencinta dunia hiburan malam, dapat melepaskan syahwat dengan pasangan di dalam salah satu KTV, dimana didalam KTV tersebut terdapat sebuah kamar ‘eksekusi,’.

Hal itu diungkapkan salah seorang sumber yang meminta namanya jangan dipublikasikan, menyebutkan bahwa di dalam KTV Grand Station terdapat sebuah ruangan ‘eksekusi’ yang disebut sebut untuk melepaskan syahwat.

Agar saya lebih cepat melakukan investigasi, saya pun ikut masuk ke dalam. Namun, saat berada di depan pintu masuk (lobby), seorang pria yang memakai seragam safari hitam langsung menyetop langkah saya untuk melakukan pemeriksaan lebih dulu.

Jantung saya sedikit perlahan mulai berdetak kencang, hal itu karena dari luar gedung saya sudah mendengar suara lantunan musik yang sangar keras.

Setelah saya diperiksa lalu masuk ke dalam, jantung saya mulai berdetak kencang. Suasana di ruang lobby dengan lampu yang tidak begitu terang, terlihat diujung ruang sebuah meja panjang dengan beberapa reciptionis, sebelah kanan terlihat lingkaran tangga dan disebelah kiri terlihat lift.

Saya pun terus melangkah menuju meja reciptionis. “Mbak…KTV 102 dimana ya,” tanya Tim.

Seorang wanita yang berada di meja reciptionis pun mengantarkan saya menuju lift. “Abang masuk aja, KTV 102 di lantai 1 bang,” kata wanita itu.

Sebelum lift ditutup, wanita itu pun mengeluarkan kartu card lift sambil menekan tombol 1.

Hanya dalam hitungan detik, saya pun sampai di lantai 1. Saat keluar dari lift, saya melihat sebelah kanan lift seorang wanita dibalik meja reciptionis. “Mbak..KTV 102 dimana ya,” tanya kembali Tim.

“Itu bang..sebelah kiri lorong pertama” katanya.

Duk..duk..duk..jantung saya tiba-tiba berdetak kencang saat saya membuka pintu KTV. Dengan suasana gelap hanya diterangi lampu kelap kelip diiringi alunan musik disko yang kencang, saya pun mendatangi Kolega saya.

“Kok lama kali bro. Sendiri aja,” kata Kolega saya. (Tim)

(Bersambung....)