Nelayan Kecil Desak Ditpolair Poldasu Menindak Pemilik Gudang MBF dan PBP -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Nelayan Kecil Desak Ditpolair Poldasu Menindak Pemilik Gudang MBF dan PBP

Redaksi
Selasa, 17 Desember 2019
Kapal Trawl di Belawan

METROINDO.CO.ID | BELAWAN - Sosok Abie dan pemilik gudang MBF (Obak), PNP, SBU dan gudang PBP (To Siau Hua alias Sarwo Pranoto) ternyata cukup terkenal di kalangan petinggi Polri dan Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikan (PSDKP) Belawan, Sumatera Utara, bahkan mancanegara.

Dipaparkan Putro, gudang MBF dan PBP selama ini dipergunakan pemerintah untuk tempat penitipan kapal-kapal Malaysia dan Thailand yang ditindak aparat penegak hukum.

“Kapal-kapal asing yang memasuki wilayah Indonesia maupun mencuri ikan di perairan kita kalau ditangkap aparat penegak hukum semuanya di titipkan di gudang-gudang ini. Saya melihatnya kok aneh, padahal keberadaan kapal-kapal di gudang ini juga melanggar undang-undang,” kata Putro. Selasa (17/12/2019).

Bahkan, sambung nelayan Belawan ini, para pengusaha Sarwo dan Abie kerap sebagai pemenang lelang kapal-kapal asing yang melanggar hukum di wilayah Sumut, khususnya Belawan.

Bahkan, Abie paling dominan memenangkan tender dan ada indikasi kapal-kapal hasil tangkapan pemerintah yang berhasil dibelinya lewat tender kembali dijual dengan harga tinggi ke pengusaha Negara asal.

“Kami sebagai nelayan kecil hanya bisa melihat dan memandang saja apa yang mereka lakukan. Aparat penegak hukum yang seharusnya menindak, bahkan tidak mampu berbuat. Yang kami inginkan hanya keadilan, sehingga kami nelayan kecil dapat melaut mencari nafkah,” tegas Putro.

Seperti diberitakan, Abie dan Sarwo patut diduga pemilik kapal pukat trawl yang dilarang pemerintah. Kehadiran keduanya kerap menimbulkan kekecewaan bagi nelayan kecil di Sumut, khususnya di perairan Belawan.  

Bahkan, kapal-kapal pukat trawl miliknya bebas keluar masuk di hadapan penegak hukum. 

Putro mengharapkan Ditpolair Sumatera Utara dapat menindak pemilik gudang MBF dan PBP serta Abi selaku pengurus gudang.

"Karena,diduga akibat perbuatan mereka secara terang-terangan telah melanggar hukum,"tandasnya. (Hen)