Tulang Punggung Keluarga, Pengamen Jalanan Miliki Suara Emas Untuk Biayai Sekolah Kedua Adik -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Tulang Punggung Keluarga, Pengamen Jalanan Miliki Suara Emas Untuk Biayai Sekolah Kedua Adik

Redaksi
Minggu, 20 Oktober 2019
Pevin pengamen jalanan miliki suara emas

METROINDO.CO.ID | MARELAN -

Demi membiayai sekolah kedua adiknya, Pevin (16) yang memiliki suara emas dan pernah mengikuti ajang pencarian bakat Indonesian Idol Cilik, Ngamen dijalanan hingga larut malam. 

Anak Baru Gede (ABG) ini menetap di Gang Manggis, Kelurahan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan. Mengamen untuk meringankan beban ibunya yang hanya seorang buruh cuci pakaian di sekitaran rumahnya.

Anak ketiga dari lima bersaudara ini menceritakan, lantaran keterbatasan ekonomi ditambah ayah dan ibunya telah lama bercerai, membuat ia tak putus asa, terus memutar otak mencari rezeki dengan cara ngamen dijalanan.

Memiliki bakat suara emas Pevin berkeliling Medan Marelan bahkan hingga luar daerah seperti Berastagi dan Binjai demi mendapatkan uang untuk membiayi kedua adiknya yang duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sudah 6 tahun belakangan ini Pevin mencari nafkah dengan ngamen, Pahit getir sudah ia lewati, Seperti mengikuti ajang pencarian bakat Indonesian Idol Cilik sampai ke 10 besar. Namun hidupnya masih kekurangan ditambah tidak ada perhatian oleh pemerintah setempat.

Uang hasil ngamen ia pergunakan untuk membiayai segala kebutuhan adiknya sekolah, dan selebihnya ditabung. 

"Saya ngamen ini meringankan beban ibu saya bang, anak mamak saya yang  2 lagi di luar kota dan sudah menikah. jadi dengan cara ini saya bisa meringkannya, bapak saya sudah dari sejak saya SD meninggalkan kami. Makanya saya mencari uang," ucapnya selesai menyanyikan sebuah lagu dengan suara emasnya. Minggu (20/10/2019).

Hasil dari mengamen ia tabung, Pevin membelikan satu unit Mobil Angkot Metro Mini untuk menambah biaya hidup yang semakin besar. 

"Alhamdulillah dari hasil ini saya bisa membeli angkot, Jadi setiap pagi narik angkot 110 sampai jam 17.00 wib, kemudian jam 19.00 wib saya lanjut mengamen ke jalanan disekitar Medan Marelan ini bang, bahkan kalau malam minggu saya sering ke Berastagi untuk ngamen," katanya dengan wajah letih.

Pevin berharap bisa kembali menuntut ilmu dengan kuliah, Namun hal tersebut sangat sulit tercapai karena tidak memiliki biaya. Berharap ada pihak dermawan yang bisa membiayai Kuliahnya. (Novi)