Sekjend DPD Laskar Macan Asia Jadi Nara Sumber Di UINSU -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Sekjend DPD Laskar Macan Asia Jadi Nara Sumber Di UINSU

Redaksi
Senin, 14 Oktober 2019
Dialog Kebagsaan

METROINDO.CO.ID | MEDAN - Sekretaris DPD Laskar Macan Asia (LMA) Sebagai Narasumber dalam dialog kebangsaan di depan ratusan mahasiswa Akademi parawisata Universitas Islam Negeri Sumatera Utara dan berbagai Universitas yang menghadiri dialog kebangsaan Mahasiswa menyuarakan pro terhadap Revisi UU KPK tersebut. 

Mahasiswa dan Tokoh Generasi Muda  juga ikut merespons hal yang sama lantaran kegelisahannya terhadap UU KPK tersebut melalui dialog kebangsaan bertema "RUU- KPK penting atau kepentingan?" Jalan pancing Hotel Acmad Tahir Medan. Senin (14/10/2019).

Dialog Kebagsaan di isi oleh Sekjen Laskar Macan Asia

Sekjen Laskar Macan Asia (LMA) Feri Nofirman Tanjung, S,sos, MSi Bersama team dan juga didukung oleh ketua DPD Laskar Macan Asia Zulkarnain Sitorus, ikut turut serta dalam berdialog kebangsaan,Feri Nofirman Tanjung, S,sos, MSi selaku inisiator (Narasumber) dalam acara memastikan revisi UU KPK tidak untuk melemahkan justru memperkuat lembaga. 

Kelompok Mahasiswa yang bergabung dalam satu wadah untuk belajar dan memperbaiki untuk masa yang akan datang.

Teman-teman mahasiswa dan berbagai universitas sepakat agar ada badan pengawasan untuk mengawasi kerja KPK.

"Kita bukan kelompok pro koruptor, justru kami ingin memperbaiki KPK. Karena KPK sendiri hanya mengandalkan OTT tanpa pencegahan. Harusnya prestasi yang diharapkan angka korupsi minim," Paparan dari Sekjen Laskar Macan Asia Sumatera Utara Feri Nofirman Tanjung, S,Sos, MSi.

Lebih lanjut, pihaknya sepakat jika ada pasal yang perlu dipertahankan dan ada juga yang dibenahi untuk menutupi kekurangan dan masukan-masukan mahasiswa-mahasiswa.

"Bagaimanapun juga KPK yang isinya manusia ini perlu adanya pengawasan. KPK bukan Malaikat, jadi harus diperbaiki. Kita tidak bisa menjamin KPK bersih," terangnya.

Seluruh mahasiswa foto bersama Sekjen DPD Laskar Macan Asia

Sementara itu, Dari narasumber yang menyebut meski UU KPK adalah hadiah reformasi tapi harus ada yang diperbarui. Dia menyayangkan di UU KPK tidak ada Dewan Pengawasan. Padahal, kata dia, jika tanpa pengawasan maka KPK bisa saja salah dalam mengambil keputusan. 

"Sangat disayangkan penggiringan opini sesat seolah revisi UU KPK ini untuk melemahkan KPK dan membuat mandul KPK," Tandasnya.

Turut dihadiri beberapa tokoh atau dosen sebagai Narasumber dalam berdialog kebangsaan Sekjen dari Laskar Macan Asia (LMA) Feri Nofirman Tanjung S.Sos, Zulkarnain Sitorus Ketua DPd Laskar Macan Asia, Samsir Pohan sebagai Politisi, Ridho Alnajar sebagai Pengamat Politik, M Syafii Sitorus Pengamat Anti Korupsi dan Dr H.M Joharis M.Pd, serta seluruh mahasiswa yang hadir. (Hen)