Jaring Nelayan Rusak, Pengusaha Kapal Tongkang Pembuang Tanah Limbah Harus Ditindak -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Jaring Nelayan Rusak, Pengusaha Kapal Tongkang Pembuang Tanah Limbah Harus Ditindak

Redaksi
Rabu, 23 Oktober 2019
Kapal tongkang SB Waruna 1 

METROINDO.CO.ID | BELAWAN

Ketua Aliansi Nelayan Selat Malaka Sumut (ANSMSU) Abdul Rahman mendesak instansi dan aparat terkait menindak tegas pengusaha kapal tongkang SB Waruna 1 yang diduga sengaja sembarangan membuang tanah limbah di sekitar 3 mil perairan Belawan.

"Tanah limbah tersebut mengakibatkan rusak dan hancurnya jaring milik kalangan nelayan tradisional yang dilabuhkan," ujar Abdul Rahman kepada Media24jam saat memberikan keterangan. Rabu (23/10).

Menurut Atan sapaan akrabnya, akibat bebas beroperasinya pembuangan tanah limbah diduga laut Belawan jadi tercemar bahkan kalangan nelayan kecil merasah resah sebab selain merusak alat tangkap jaring yang mereka labuh, habitat bawah laut menjadi hancur.


Atan menyebutkan, sesuai rekaman video yang dimilikinya, kapal tongkang BS Waruna 1 yang ditarik Tagboat Murni Karya Belawan. Senin (21/10), lalu sekira jam 14.30 disekitar 3 mil dari perairan Belawan. 

Kapal Tongkang BS Waruna 1 yang ditarik oleh Tag Boat Murni Karya membuang limbah tanah limbah ke laut atau zona yangkap ikan nelayan.

Menurut Abdul Rahman, dalam UU No. 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah turunannya Perda No 4 tahun 2019 tentang rencana tata ruang perairan, bahwa semua kegiatan diperairan 0 s/d 12 mil harus izin Provinsi. 

"Kita harus Pertanyakan izin dari siapa kapal tersebut membuang tanah limbah ke laut yang menyebabkan kerugian kepada para nelayan. Selain itu, limbah tanah akan merusak habitat laut dan segala jenis ikan," sebut Atan seraya menambahkan pihaknya akan menyurati kita intansi terkait yang membidangi masalah ini.

Sementara itu, kalangan nelayan juga terpaksa memperbaiki jaring yang rusak akibat tersangkut limbah tanah dan barang rongsokan di dalam laut.

“Lihatlah jaring kami jadi rusak akibat limbah tanah dan barang rongsokan di buang ke laut. Kalau sudah begini kemana lagi kami harus mengadu,” keluh Dani, seorang nelayan yang jaringnya rusak terkena pembuangan tanah limbah di Tangkahan Sungai Deli Lingkungan 7 Kelurahan Labuhan Deli Kecamatan Medan Marelan. (Hen)