Diduga Ada Permainan Dengan Oknum Polisi Polsek Talun Kenas -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Diduga Ada Permainan Dengan Oknum Polisi Polsek Talun Kenas

Redaksi
Kamis, 03 Oktober 2019
Amin Sembiring

METROINDO.CO.ID : TALUN KENAS - Amin Sembiring pihak dari keluarga dari Jahtra Bukit, alias Sejahtera Bukit, yang diduga melakukan pemerasan kepada salah seorang warga dusun II,  Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara yang bernama Arsul Sani kecewa dengan Oknum Polisi Tenun Kenas.

Kekecewaan terlihat jelas dari salah satu keluarga Jahtra saat keluar dari Polsek Talun Kenas.

"Kami menduga ini ada permainan dengan oknum Polsek Talun Kenas," Ucap Amin Sembiring. Kamis (03/10/2019).

Pasalnya, pihak Kepolisian Polsek Talun Kenas, tetap melanjutkan dugaan kasus pemerasan ini dan mengirimkan saudara nya Jahtra Bukit ke Lembaga Pemasyarakatan walaupun kedua belah pihak sudah berdamai sejak tanggal 23 September 2019 dan di saksikan oleh Suryani Br Perangin-angin, Gomblo, serta diketahui oleh Bhabinkamtibmas Desa Negara Beringin Aiptu Firman Purba,  serta diketahui juga oleh Kepala Desa Negara Beringin, Timbul Tarigan, SE .

"Mereka sudah berdamai Bang, dan sudah ada menandatangi kesepakatan perdamian di atas materai 6000, tapi Polsek Talun Kenas mengatakan sudah mengirimkan saudara saya Jahtra ke LP," Ungkap Amin Sembiring saat memberikan keterangan kepada awak media.


Surat Pernyatan Cabut Perkara
Amin menambahkan, bahwa ada 6 isi kesepakatan perdamian yang sudah di buat dan disetujui oleh kedua belah pihak serta sudah disaksikan oleh Bhabinkamtibmas Desa Negara Berangin, Kepala Desa, serta saksi lainnya.

Bahwa pihak I sudah menyadari kesalahannya, yaitu meminta uang kepada pihak II dengan cara mengancamnya dan meludahi wajahnya.

Bahwa atas kejadian tersebut pihak I meminta maaf yang sebesar-besar nya kepada pihak II dan melakukan perdamian, Bahwa pihak II sudah menerima permohonan maaf pihak I.

Bahwa pihak I berjanji tidak akan mengulangi pembuatan nya lagi.

Bahwa pihak II tidak keberatan  lagi atas perbuatan Pihak I dan akan mencabut laporan pengaduan nya setelah melakukan perdamaian ini.

Apabila Pihak I dan Pihak II tidak menepati poin 1 sampai 5 , maka ke dua belah pihak bersedia di tuntut sesuai hukum yang berlaku.

"Ini surat perdamaian antara korban dan pelaku sudah ada, dan surat pencabutan perkara juga ada, tapi kenapa yang diduga pelaku tetap dikirim ke LP," beber Amin Sembiring sambil menunjukan fhoto perjanjian tersebut.

Diduga ada dua jenis delik sehubungan dengan pemrosesan perkara, yaitu delik aduan dan delik biasa.

Dalam delik biasa perkara tersebut dapat diproses tanpa adanya persetujuan dari yang dirugikan (korban) jadi walaupun korban telah mencabut laporannya kepada pihak yang berwenang, penyidik tetap berkewajiban untuk memproses perkara tersebut.


Terpisah. Kapolsek Talun Kenas AKP Hotman Samosir, SPd belum berhasil dikonfirmasi wartawan terkait tentang kejelasan permasalahan dan perdamian antara korban dan pelaku. (MI/Hen).