Hidup Matikan Listrik Seenaknya, Masyarakat Medan Marelan Kesal Dengan Ulah PLN -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Hidup Matikan Listrik Seenaknya, Masyarakat Medan Marelan Kesal Dengan Ulah PLN

Redaksi
Jumat, 06 September 2019
Listrik padam
METROINDO.CO.ID | MARELAN - Sebagian masyarakat Jalan Platina Raya, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. kesal dengan ulah PLN yang hidup matikan listrik seenaknya. Jumat (6/9/2019) pukul 01.00 WIB dini hari.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kejadian ini pada saat masyarakat ingin beristirahat kamis (5/9/2019) sekitar pukul 23.00 wib. tak lama kemudian listrik padam menjadi gelap gulita, namun tidak berselang lama listrik kembali hidup namun hanya beberapa detik saja, sampai saat ini terjadi hingga 2 kali.

Membuat masyarakat mengeluh dengan ulah PLN Marelan, yang bisa mengakibatkan korsleting listrik dan barang elektronik menjadi rusak.

"Apanya PLN ini, hidup mati hidup mati listrik dibuatnya. Kalau seperti ini bisa berbahaya, bisa menyebabkan kebakaran dari korsleting listrik" ucap Eti (43) ibu rumah tangga (IRT) warga sekitar Platina Raya, Kecamatan Medan Marelan.

Tambahnya Eti, pemadaman listrik ini sudah 2 kali terjadi dalam satu hari, membuat aktivitasnya terhambat.
"saya sangat memerlukan listrik, karena saya berjualan. Sementara listrik padam, saya jadi tidak bisa menggunakan blender, rice cooker dan barang elektronik lainnya" keluhnya

Masyarakat berharap kepada pihak PLN bertanggung jawab atas kejadian seperti ini yang sampai saat ini listrik belum hidup kembali.

Rion Arios SH Tokoh Masyarakat Medan Utara

Sementara itu Tokoh Masyarakat Medan Utara Rion Arios SH meminta kepada PLN diwajibkan untuk memberikan pelayanan terbaik sebagai BUMN yang dipercayakan negara untuk melayani publik.

"Maka apabila masyarakat sebagai konsumen telah dirugikan, atau tidak sesuai pelayanan yang diperoleh dari penyedia layanan, masyarakat berhak mendapatkan kompensasi, saya berharap agar PLN tidak lagi mengklaim merugi sementara pencurian listrik terkesan tidak tegas ditertibkan" tegasnya (MI/Sigit)