Sempat Viral di Medsos, Pelaku Jambret WNA Asal Italia Berhasil Ditangkap Polrestabes Medan -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Sempat Viral di Medsos, Pelaku Jambret WNA Asal Italia Berhasil Ditangkap Polrestabes Medan

Redaksi
Jumat, 30 Agustus 2019

Kapolrestabes dan Kasat Reskrim
METROINDO.CO.ID | MEDAN - Polrestabes Medan berhasil menangkap tiga pelaku kejahatan pencurian dengan kekerasan, jumat (30/08/2019).

Korban yang bernama Betty Francesco (45) WNA asal Italia, awalnya sedang berjalan kaki menuju penginapannya di Hotel Adimulia Medan, tiba-tiba dari arah belakang dua orang pelaku yang diketahui bernama M Jefri alias Mansyur (33) warga Jalan Pasar 10 Tembung dan Madan masih dalam pencarian (DPO) menggunakan sepeda motor langsung memepet korban, merampas telfon genggam merek Samsung Galaxy S7 miliknya.

Setelah berhasil melancarkan aksinya, pelaku tancap gas melarikan diri, tidak mau diam saja korban berusaha mengejar kedua penjahat tersebut. Namun tidak berhasil tertangkap.

BACA JUGA : Pulle Harahap Jabat DPC FSPTI-KSPSI Paluta

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 6,4 juta, dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Medan.

Mendapat laporan dari Korban, Petugas langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku M Jefri alias Mansyur sementara rekannya Madan masih dalam pengejaran (DPO).

Petugas juga mengamankan dua orang penadah barang hasil jambret tersebut, Mardiansyah Lubis alias Dian (39) warga Kecamatan Medan Denai dan Arif Rahman Nasution (22) warga Jalan Letda Sujono Medan.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, didampingi Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira, dalam siaran persnya Jumat (30/8/2019) mengatakan, pelaku M Jefri diberikan tindakan tegas dengan timah panas, karena saat pengembangan pelaku mencoba melarikan diri.

Tambah Kapolrestabes, Penangkapan pelaku berawal dari laporan korban Betty WNA Italia. Saat itu korban berjalan kaki sambil memegang HP menuju tempat penginapannya di Hotel Adi Mulia Rabu (17/07/2019) malam.

Kapolrestabes juga menjelaskan, Pelaku dan rekannya Madan (DPO) telah 29 kali melakukan aksi kejahatannya di wilayah hukum Polrestabes Medan.

"Pelaku merupakan resedivis tahun 2014 dalam kasus penjambretan yang ditangkap Satreskrim Polrestabes Medan," jelasnya.

Dari pelaku disita 2 unit Hp, 1 potong baju dan 1 potong celana sebagai barang bukti.
"Pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara," pungkasnya (MI/Deni)