Diduga Bedah Rumah Bagan Deli Belawan Ada Pungli, Polisi Incar Pelaku -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Diduga Bedah Rumah Bagan Deli Belawan Ada Pungli, Polisi Incar Pelaku

Redaksi
Minggu, 18 Agustus 2019
Bedah Rumah Di Bagan Deli

METROINDO.CO.ID | BELAWAN - Polres Pelabuhan Belawan buru pelaku bedah rumah di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan di duga penipuan dan pungutan liar (Pungli).

Polisi sedang memburu pelaku pungli yang Identitasnya sudah dikantongi. Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Jerico Lavian Chandra SIK, Jumat (16/8). Diungkapkannya, untuk barang bukti dan keterangan yang diperoleh di lapangang, masyarakat sudah menjelaskan oknum yang disebut adalah Yusri. Pihaknya belum memeriksa yang bersangkutan, alasannya, keberadaan tempat tinggalnya tidak jelas.

"Untuk bukti dan informasi sudah lengkap, oknum yang disebutkan sampai saat ini belum tahu keberadaannya. Kita masih melacak keberadaannya untuk dimintai keterangan atas tudingan yang disampaikan masyarakat. Setelah ada keterangan dari yang bersangkutan, maka statusnya apakah saksi atau tersangka nanti kita tunggu hasil pemeriksaannya," ucap Jerico.

Disinggung bagaimana bila kasus itu tidak ada laporan polisi dari masyarakat, meskipun tidak dilaporkan. Mereka tetap bekerja berdasarkan temuan, akan tetapi untuk mendudukkan kasus itu, maka diharapkan masyarakat yang dirugikan untuk membuat laporan resmi ke Polisi.

BACA JUGA : Kapolres Pelabuhan Belawan Hadiri Rapat Paripurna Di Medan

"Kasus ini masih mengarah kepada pidana umum, karena oknum itu bukan bagian dari lembaga pemerintahan. Kalau kasus ini dapat diproses bila ada pelapornya, karena ini bukan kasus tipikor. Yang jelas, kita tetap mengusut kasus ini dan tetap akan mencari yang bersangkutan untuk diperiksa," Jelas orang nomor satu di Satreskrim Pelabuhan Belawan

Mengenai adanya keterlibatan orang lain, perwira berpangkat tiga balok emas ini mengaku belum bisa mengarah adanya keterlibatan orang lain. Alasannya, si Yusri sampai saat ini belum dimintai keterangan, sehingga penyelidikan masih mengarah kepadanya.

"Yang jelas, kita masih fokus ke masalah pungli yang dilakukan orang tersebut. Untuk keterlibatan lainnya, itu melihat perkembangan proses penyelidikan nantinya," kata Jerico saat ditemui di Mapolsek Medan Labuhan.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (PKP2R) Kota Medan, Beny Iskandar mengapresiasi kinerja Polres Pelabuhan Belawan. Ia sebelumnya sudah mendengar isu pungli yang terjadi di Kelurahan Bagan Deli, Belawan. Isu itu ia terima dari laporan anggota DPRD Medan.

"Yang jelas si Yusri itu bukan bagian dari Dinas PKP2R. Bahkan saya tidak kenal dengan beliau, memang dia (Yusri) ada bawa berkas ke dinas untuk bedah rumah. Intinya dia datang atas nama masyarakat, makanya berkas yang dibawanya kami terima untuk kami verifikasi," ujar Beny.

Dengan kasus ini, kata Beny, pihaknya akan melakukan evaluasi untuk bedah rumah. Mengenai di Bagan Deli, ia berencana akan melakukan klarifikasi ke camat dan lurah untuk mencari tahu sejauh mana keterlibatan mereka. Bila tidak ada keterlibatan, maka harus ada solusi terhadap data warga yang sudah masuk untuk dibedah rumahnya.

"Jadi, kalau si Yusrinya mau data yang dimasukkan kita proses. Dia (Yusri) harus kembalikan uang masyarakat, kalau dia tidak kembalikan maka data yang dimasukkannya tidak ada dikerjakan. Intinya masalah uang itu tidak clear (tuntas), sudah pasti ini tidak dijalankan," ungkap Beny didampingi Kabidnya, Tondi.

Soal ada surat tidak keberatan masyarakat mengenai pungli itu, sudah pasti semua berkas begitu isinya pernyataan tidak keberatan. Pihaknya tidak mau ini menjadi masalah ke depannya, tetapi bila camat atau lurah bisa menjamin tidak ada pungli bisa jadi sulusinya. "Yang pasti, dalam program ini kami tidak mau ada kata uang," tegas Beny.

Ke depannya, proses data rumah akan ditangani langsung pihak kelurahan melalui BKM. Kemudian, data itu serahkan ke dinas untuk dilakukan verifikasi ulang. Hal ini dilakukan agar menghindari oknum - oknum yang akan melakukan pungli di lapangan.

"Teknisnya nanti, bila data itu lulus verifikasi. Maka, BKM nantinya yang bertanggung jawab untuk membangun rumah yang mereka usulkan. Program ini terlebih dahulu akan dilakukan sosialisasi di masyarakat. Harapan saya, kasus pungli ini tidak terulang lagi ke depannya, ini menjadi pembelajaran dan evaluasi bagi kami juga," tutup Beny. (MI/Sigit)