Praktisi Hukum: Menkumham Harus Beri Teguran Keras Kepada Karutan Labuhan Deli -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Praktisi Hukum: Menkumham Harus Beri Teguran Keras Kepada Karutan Labuhan Deli

Redaksi
Jumat, 05 Juli 2019
Gedung Rutan klas II Labuhan Deli.
METROINDO.CO.ID | LABUHAN - Pasca penangkapan sejumlah warga binaan pemasyarakat ( WBP) Rumah Tahan (Rutan) kelas II Labuhandeli, yang sedang pesta dan mengkonsumsi narkoba jenis sabu di Blok A lantai III kamar 4, Kamis (4/7), lalu.

Menjadi sorotan berbagai kalangan masyarakat, yang menilai bagaimana barang haram dan timbangan elektrik tersebut bisa masuk kedalam rutan.

Termasuk juga dari pratiksi hukum Dedi Suheri SH yang menilai, adanya kelemahan dalam pengawasan pihak sipir Rutan kelas II Labuhandeli.

"Kalau saya lihat ini terjadi kelemahan pengawasan terhadap para warga binaan yang dilakukan oleh pihak rutan, masak barang haram narkoba bisa lolos kedalam rutan," ucapnya yang dihubungi wartawan melalui seluler, Jumat (5/7) siang.

Lebih lanjut Dedi Suheri SH mengatakan, Menteri Hukum dan Ham Yasonna Laoly untuk memberikan teguran atau tindakan kepada kepala rutan kelas II Labuhandeli.

"Saya minta Menkumham harus memberikan tindakan tegas kepada Karutan Labuhandeli, karena seharusnya rutan menjadi tempat pembinaan para pelaku narkoba. Kok ini mala menjadi lokasi pemakai narkoba," tegasnya.
BACA JUGA: Berjualan Narkoba, 3 Warga Binaan Rutan Labuhan Deli Sumut Diamankan

Dalam kesempatan ini juga Dedi Suheri SH meminta, kepada jajaran Kemenkumham untuk melakukan sidak ke Lapas dan rutan.

"Saya harap, Menkumham melakukan sidak keseluruh lapas dan rutan yang ada di Sumut, saya yakin bukan hanya di Rutan Labuhandeli saja yang terjadi seperti ini. Tapi juga terjadi diseluruhnya," pintanya.

Sementara itu, Kepala Rutan kelas II Labuhandeli Nimrot Sihotang saat dihubungi wartawan melalui pesan whassapp,Jumat (5/7) membantah kelalaian atau kelemahan dari pihaknya.

"Itu diikarenakan over kapasitas, dimungkinkan petugas kurang teliti dalam melaksanakan penggeledahan," cetusnya singkat.

Saat disinggung kenapa barang haram dan timbangan elektrik tersebut bisa masuk ke dalam Rutan, Nimrot bungkam tidak bisa menjawab pertanyaan wartawan. (MI/Hen)