Bawa Limbah B3 Dua Nahkoda Diamankan Ditpolair -->

Iklan Semua Halaman

Jasa website

Bawa Limbah B3 Dua Nahkoda Diamankan Ditpolair

Redaksi
Senin, 08 Juli 2019
Wadir Dipolair Saat Memaparkan Tersangka
METROINDO.CO.ID | BELAWAN - Bawa 28 ton limbah B3 dua Nahkoda diamankan di perairan Belawan oleh Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Sumatera Utara (Sumut).

Penangkapan terhadap Nahkhoda Khairul dan Nurul Anwar tersebut karena didapati membawa limbah B3 berupa oli bekas yang tidak memiliki izin saat berlayar mengunakan kapal motor di titik kordinat 3°-48'-851" LU- 98°-43'-857" BT.

Kapal motor pembawa oli bekas itu ditangkap oleh Kapal Motor (KM) Antasena 7006 milik Mabes Polri.

Wadir Ditpolair Polda Sumut, ABKB Untung Sangaji mengatakan, tertangkapnya kedua warga Lingkungan IV Lorong Mesjid, Belawan ini saat tim Sea Rider Kapal Antsesa melaksanakan patroli di kawasan perairan Belawan.

BACA JUGA : Rimpang Emas Sumut Mampus Menembus Pasar Ekspor

"Jadi, pada hari Jum'at 5 Juli 2019 sekitar pukul 12.15 WIB, petugas melihat dua kapal motor tanpa nama sedang berlayar titik kordinat 3°-48'-851" LU- 98°-43'-857" BT. Melihat hal itu, kemudian dilakukan pengejaran dan menghentikannya," ujar ABKB Untung Sangaji kepada wartawan dalam siaran persnya, Senin (8/7/2019).

Setelah dilakukan pemeriksaan, Untung menerangkan, diketahui kedua tersangka beserta Anak Buah Kapal (ABK) masing-masing Abdullah, Rudi, Handoko, Bambang dan Sulaiman mengangkut puluhan drum limbah B3 dengan dua kapal motor tanpa nama.

"Hasil pemeriksaan, petugas mendapati 28 ton limbah B3 tanpa dilengkapi izin pengangkutan dari pejabat yang berwenang," terang AKBP Untung.

Selanjuntya, kata Untung, para pelaku beserta barang bukti berupa dua kapal tanpa nama dan puluhan drum oli bekas di bawah ke Mako Ditpolair Polda Sumut untuk pemeriksaan lanjut.

"Dari hasil keterangan para tersangka mengaku, sudah berulang kali berhasil membawa drum limbah B3 yang di jual oleh penampunganya bernama Ilyas warga kawasan Pajak Baru Belawan," kata Untung.

Disinggung, soal penadah beranama Ilyas yang tidak lakukan penangkapan oleh pihaknya. AKBP Untung hanya berkomentar singkat.

"Untuk pertnyaan itu, kita tidak bisa menjawab. Sebab kasus masih dikembangkan," kata AKBP Untung sembari menambahkan para tersangka di jerat Pasal 102 Jo Pasal 59 ayat 4 Undang-Undang RI Nomor 32 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (MI/Sigit)